bernasnews – Konektivitas menuju kawasan wisata unggulan Bukit Menoreh kini semakin terbuka. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama Badan Otorita Borobudur (BOB) terus mempercepat pembangunan akses jalan Plono–Nglinggo yang menjadi jalur strategis wisatawan.
Proyek infrastruktur ini diharapkan dapat membuka pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
Sebelumnya, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan jalan sepanjang 1 kilometer pada awal 2025.
BOB mencatat kontribusi positif berupa peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Nglinggo, terutama saat akhir pekan. Hal ini memperkuat peran penting infrastruktur dalam mendukung destinasi wisata.
Kelanjutan Pembangunan Jalan Plono–Nglinggo
Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama BOB dan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIY melanjutkan pembangunan jalan sepanjang 2,47 kilometer.
Ruas ini merupakan bagian akhir dari total pembangunan jalan sepanjang 3,47 kilometer yang menghubungkan kawasan Plono dengan Nglinggo.
Ketika seluruh proyek selesai, wisatawan dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dengan waktu tempuh yang lebih singkat menuju Nglinggo dan Bukit Menoreh.
Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, berharap perbaikan akses ini dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Harapan saya, dengan akses ini pariwisata berkembang pesat. Wisatawan semakin mudah datang ke Kulon Progo dan perekonomian masyarakat ikut terangkat,” ujar Agung Setyawan.
Selain infrastruktur fisik, Pemkab Kulon Progo juga fokus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pembinaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Pembinaan bertujuan agar masyarakat siap memberikan pelayanan yang baik bagi para wisatawan.
Pembangunan Jembatan Penghubung DIY-Jateng
Sinergi pembangunan di kawasan ini juga mencakup rencana pembangunan jembatan sepanjang 54 meter.
Jembatan ini nantinya akan menghubungkan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan Jawa Tengah. Proyek strategis tersebut ditargetkan mulai berjalan pada triwulan III hingga triwulan IV tahun 2026.
Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antardaerah serta mendukung lahirnya kawasan ekonomi baru di sekitar Bukit Menoreh.
Dengan mobilitas yang lebih lancar, distribusi hasil usaha masyarakat dan perjalanan wisatawan diperkirakan akan menjadi lebih efisien. (Eln)












