bernasnews — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul menindaklanjuti video yang beredar di media sosial terkait dugaan pencemaran Sungai Opak di kawasan Watu Gajah.
Video tersebut memperlihatkan aliran sungai yang tampak berwarna hitam dan keruh sehingga memunculkan kekhawatiran masyarakat.
Unggahan yang beredar di media sosial menyebut lokasi kejadian berada di Watu Gajah, Dusun Ngablak, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul.
Dalam narasi yang menyertai video juga disebutkan air sungai diduga berubah warna akibat pencemaran limbah.
Menanggapi informasi tersebut, Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan petugas untuk melakukan pengecekan di lapangan.
“Dari DLH sudah cek ke lokasi untuk memastikan kondisi dan antisipasinya,” kata Bambang, Senin (6/7/2026).
Hasil pemeriksaan menunjukkan lokasi yang terekam dalam video berada di kawasan Watu Gajah, Padukuhan Combongan, Kalurahan Jambidan, Kapanewon Banguntapan, bukan di wilayah Ngablak, Kalurahan Sitimulyo sebagaimana disebutkan dalam unggahan yang beredar.
Pemeriksaan Tidak Menemukan Indikasi Pencemaran
Berdasarkan hasil inspeksi lapangan, DLH Bantul menyatakan tidak menemukan indikasi pencemaran di aliran Sungai Opak.
“Hasilnya tadi aman, tidak ada pencemaran,” tegas Bambang.
Dokumentasi yang diambil petugas pada Minggu (5/7/2026) menunjukkan kondisi air sungai tampak normal dengan warna alami dan tidak ditemukan endapan limbah maupun perubahan warna sebagaimana terlihat dalam video yang beredar.
Meski demikian, DLH Bantul masih melakukan penelusuran lanjutan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan tidak terjadi pencemaran yang bersifat sementara atau muncul pada waktu tertentu.
“Tapi masih kita telusuri lagi, jika ada perkembangan nanti kita sampaikan,” ujar Bambang.
Menurut DLH, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi Sungai Opak tetap terjaga serta memberikan informasi yang berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya verifikasi terhadap informasi yang beredar di media sosial sebelum menarik kesimpulan mengenai kondisi lingkungan.
Hingga Senin (6/7/2026), DLH Bantul memastikan belum ditemukan indikasi pencemaran di Sungai Opak dan pemantauan akan terus dilakukan apabila terdapat perkembangan baru. (Eln)












