bernasnews — ini yang kedua kalinya Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta mendapat sampur ketempatan nikah bareng dan sangat membantu masyarakat yang membutuhkan untuk mewujudkan impian bagi para calon pengantin, yang mempunyai banyak keterbatasan dengan konsep berbeda dengan menggunakan tiga pesawat untuk prosesi ijab qobul.
Demikian dikemukakan oleh Ketua STTKD Yogyakarta Dr Erwhin Irmawan, S.Si., M.Cs dalam sambutannya saat gelaran acara acara “Nikah Bareng nang Montor Mabur”, bertepatan dengan momentum Sambut Tahun Baru Islam 1448 H dan Bulan Pancasila, dengan tageline Take Off Menuju Halal Indonesia Emas, pada Senin (8/6/2026).
Acara ini persembahan BAZNAS DIY, STTKD Yogyakarta, Yayasan Citra Dirgantara dan FORTAIS (Forum Ta’aruf Indonesia) Sewon, Bantul, serta didukung oleh KUA Sewon, Paguyuban Sekar Sedah, Paguyuban Sekar Tanjung, PPY Kabupaten Bantul dan berbagai pihak. Diikuti oleh 20 pasangan pengantin menggunakan busana muslim tradisi dan modern.
Hadir dalam kesempatan ini Ketua BAZNA DIY dan jajarannya, Sekda DIY, Kakanwil Kemenag DIY, Kabag Kesra DIY, Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Bupati Bantul, Ketua STTKD Yogyakarta beserta Ketua Yayasan dan Ketua Alumni, Kepala Kemenag Bantul, Panewu Sewon beserta jajaran Muspika Sewon, Kepala KUA Sewon dan tamu undangan.
Ketua BAZNAS DIY Dra Hj. Puji Astuti, M.Si mengunkapkam, bahwa acara ini adalah wujud kepedulian dalam sinergi dan kolaborasi untuk berbagi kebahagiaan kepada para calon pengantin. “Insya Allah ini penuh keberkahanNya sekaligus mengajak masyarakat untuk memberikan zakat. infak dan shodaqohnya melalui BAZNAS DIY dalam rangka program keumatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Golek Garwo & Nikah Bareng Nasional, H. Ryan Budi Nuryanto, SE menjelaskan, prosesi ijab qobul dipimpin oleh Kepala KUA Sewon H. Mustafied Amna, S.Ag, M.H, di Peswat Boeing; Penghulu H. Bayu Dirgo Handoyo, S.Ag., di Helikopter, serta Penghulu Imam Bukhori, SEI,M.H, di Pesawat Cessna. Prosesi secara bersamaan dengan saksi Nikah dari BAZNAS DIY.
“Prosesi Ijab qobul kali ini menarik karena dilakukan dengan tiga buah pesawat terbang (montor mabur) yang sarat akan makna, bahwa pasangan ini akan take off (tinggal landas) terbang menuju halal (sah) ke langit Indonesia Emas untuk meraih kehidupan sejahtera. Dengan mahar unik seperangkat alat sholat, dan cincin perak batu putih sebagai lambang kesucian hati serta semangat kehidupan kemakmuran yang diharapkan bisa mandiri setelah menikah nanti,” papar Ryan.
Lanjut Ryan, bagi masyarakat yang ingin menikah gratis akan digelar kembali tanggal 30 Juni 2026. Terbuka umum serta gratis, silahkan bisa mendaftar ke FORTAIS Indonesia atau hotline 081 579 08 232, dengan acara ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat untuk menggelar pernikahan yang sarat dengan budaya adiluhung dengan membangun nasionalisme. (*/ ted)












