bernasnews– Kepulan asap tiba-tiba membumbung tinggi dari sebuah rumah di Padukuhan Wilayu RT 01 RW 11, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (9/6/2026) siang. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan melalap bagian emperan dapur milik Maryono (65).
Peristiwa kebakaran i Semanu itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB itu dan kemungkinan berawal dari aktivitas memasak menggunakan tungku kayu tradisional.
Kapolsek Semanu, AKP Pudjijono, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran bermula ketika istri korban merebus air menggunakan tungku kayu yang berada di dapur terbuka.
Dapur tersebut terbuat dari bahan bambu dan kayu yang mudah terbakar. Di sekitar tungku juga terdapat tumpukan kulit kedelai yang kering sehingga memperbesar potensi terjadinya kebakaran.
“Korban melalui istrinya saat itu sedang merebus air menggunakan tungku kayu. Posisi tungku berada tidak jauh dari tumpukan kulit kedelai yang mudah terbakar. Sekitar 15 menit kemudian saksi melihat api sudah menyala dan membesar,” ujar AKP Pudjijono.
Kobaran api yang muncul secara tiba-tiba langsung menjalar ke bagian emperan dapur. Material bambu dan kayu yang mendominasi bangunan membuat api dengan cepat membesar.
Tumbu, salah seorang saksi di lokasi, adalah yang pertama menyadari kebakaran rumah di Semanu itu. Menyadari bahaya yang mengancam, Tumbu segera berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Warga yang mendengar teriakan langsung berhamburan menuju lokasi kebakaran. Mereka berupaya membantu menyelamatkan barang-barang sekaligus berusaha mengendalikan api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Di tengah kepanikan tersebut, Susanti segera mengambil langkah cepat dengan meminta bantuan masyarakat sekaligus menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Polsek Semanu.
Petugas langsung melakukan proses pemadaman dengan menyemprotkan air ke titik-titik api yang masih menyala. Dalam waktu sekitar 15 menit, kobaran api berhasil padam.
AKP Pudjijono mengatakan keberhasilan petugas memadamkan api dalam waktu relatif singkat menjadi kunci penyelamatan bangunan utama rumah korban.
“Bangunan yang terbakar merupakan emperan dapur berbahan bambu dan kayu. Beruntung api segera bisa dikendalikan sehingga kerusakan tidak meluas,” katanya.
Petugas kepolisian bersama unsur terkait kemudian melakukan pendataan di lokasi kejadian. Dari hasil pengecekan sementara, tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
Kapolsek Semanu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan tungku tradisional, terutama di area dapur yang masih menggunakan material bambu dan kayu.
“Dari hasil pendataan sementara, kerugian ditaksir sekitar Rp1 juta. Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan tungku tradisional dan memastikan tidak ada bahan mudah terbakar di sekitar sumber api,” pungkas AKP Pudjijono. (ef linangkung)












