bernasnews – Suasana tenang di kawasan Jalan Parangtritis, Kota Yogyakarta, mendadak berubah tegang pada Senin, 1 Juni 2026 malam.
Kepulan asap yang muncul dari menara lantai tiga Masjid Danunegaran membuat pengurus masjid dan warga sekitar berupaya melakukan penanganan darurat sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Peristiwa yang tercatat sebagai kejadian nomor 65 tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Asap pertama kali diketahui oleh penjaga masjid yang sedang berada di sekitar area bangunan.
Malam yang semula berjalan normal mendadak berubah menjadi penuh kewaspadaan ketika kepulan asap terlihat keluar dari bagian menara.
Lokasi kebakaran yang berada di area cukup tinggi menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi merambat ke bagian bangunan lainnya.
Mengetahui adanya asap, penjaga masjid segera melaporkan kejadian tersebut kepada takmir masjid. Pengurus kemudian melakukan upaya pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di lokasi.
Namun, upaya tersebut belum berhasil mengendalikan sumber api. Kobaran yang masih bertahan membuat pengurus memutuskan meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta.
Petugas Damkarmat Lakukan Pemadaman
Kepala Damkarmat Kota Yogyakarta, Taohhid, mengatakan pihaknya segera merespons laporan masyarakat terkait dugaan kebakaran di menara masjid.
“Petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya asap dan dugaan kebakaran di menara masjid. Tim melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke bagian bangunan lainnya,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan asesmen untuk mengetahui titik api dan potensi penyebaran kebakaran. Tim kemudian melakukan pemadaman menggunakan peralatan operasional berupa slang, nosel, senter, serta alat pelindung diri (APD).
Dalam operasi tersebut, Damkarmat Kota Yogyakarta menerjunkan satu regu pemadam kebakaran. Proses penanganan juga mendapat dukungan lima anggota Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kota Yogyakarta yang turut membantu di lapangan.
Koordinasi dilakukan secara cepat dengan memusatkan penanganan pada area menara lantai tiga yang menjadi sumber munculnya asap.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak meninggalkan bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kehadiran petugas pemadam kebakaran memberikan rasa aman bagi pengurus masjid dan warga sekitar. Setelah proses pemadaman berlangsung, situasi secara bertahap dapat dikendalikan.
Tidak Ada Korban Jiwa
Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Data lapangan mencatat pihak terdampak merupakan pengelola kegiatan keagamaan di lingkungan Masjid Danunegaran.
Sementara itu, penyebab pasti munculnya api masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran, termasuk di fasilitas umum dan tempat ibadah.
Meski APAR tersedia dan sempat digunakan, kondisi tertentu dapat membuat api sulit dikendalikan tanpa bantuan petugas profesional.
Kecepatan pelaporan dari masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang membantu proses penanganan.
Respons cepat penjaga masjid dan pengurus dalam menghubungi Damkarmat dinilai berhasil mencegah kemungkinan kebakaran berkembang menjadi lebih besar.
Hingga proses penanganan selesai dilakukan, petugas masih melakukan pengamanan area dan pengecekan lanjutan guna memastikan tidak ada titik api maupun bara tersembunyi yang dapat memicu kebakaran kembali. (Eln)












