Fakultas Ekonomi UNU Yogyakarta Siapkan Generasi Ekonomi Digital menuju Indonesia Emas 2045

FE UNU MoU dengan AFPI. (Foto: Istimewa)

bernasnews – Di tengah pesatnya transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan perubahan ekonomi global, perguruan tinggi dituntut melahirkan lulusan yang tidak hanya bergelar, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan kerja masa depan.

Menjawab tantangan itu, Fakultas Ekonomi Universitas Nahdliatul Ulama (UNU) Yogyakarta terus menempuh langkah strategis melalui redesain kurikulum yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Langkah ini menegaskan komitmen Fakultas Ekonomi UNU Yogyakarta untuk memastikan proses pendidikan selaras dengan kebutuhan industri, perkembangan teknologi, serta tuntutan pasar kerja nasional dan internasional.

Dekan Fakultas Ekonomi UNU Yogyakarta, Dr. Ir. Suhada, S.T., MBA, IPU., QRGP, menjelaskan, bahwa evaluasi dan pengembangan kurikulum dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan praktisi industri, akademisi, alumni, dan pengguna lulusan.

“Kami ingin memastikan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNU Yogyakarta memperoleh kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman. Karena itu, kami membuka ruang dialog dan evaluasi bersama berbagai pemangku kepentingan agar kurikulum yang disusun benar-benar relevan, adaptif, dan berorientasi ke masa depan,” kata Dr. Suhada, dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6/2026)

Menurutnya, salah satu agenda penting dalam redesain kurikulum adalah kerja sama dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia disela-sela kegiatan program edukatif “Pindar Mengajar” bertema “Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” yang digelar di Hall Lantai 5 UNU Yogyakarta.

Program yang didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berbagai mitra fintech ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan generasi muda, khususnya dalam pengelolaan keuangan pribadi, investasi, dan pemanfaatan layanan keuangan digital secara bijak dan bertanggung jawab. “literasi keuangan dan pemahaman ekonomi digital kini menjadi kebutuhan dasar mahasiswa,”tegasnya.

Selain sektor fintech, lanjut Dr. Suhada, Program Studi Akuntansi juga memperkuat kurikulum melalui diskusi intensif dengan para praktisi. Salah satunya dengan menghadirkan profesional yang berpengalaman sebagai auditor eksternal di jaringan firma akuntansi global The Big Four dan kini menjadi CFO di PT Paiton Energy, Bapak  Bayu A.Widiyanto.

Benchmarking Kurikulum Prodi Manajemen dengan UTeM Malaysia. (Foto: Istimewa)

Selain itu, Program Studi Manajemen juga aktif membangun jejaring internasional. Setelah berdiskusi dengan dunia industri, pada awal Juni program studi ini melaksanakan benchmarking internasional bersama Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTEM) dan menghadirkan akademisi internasional Dr. Anidah Binti Robbani, untuk berbagi pengalaman tentang pengembangan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri global.

Berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Fakultas Ekonomi UNU Yogyakarta, yaitu “Menjadi Fakultas Ekonomi yang unggul, inovatif, berdaya saing global, berbasis digital dan sustainability, serta berlandaskan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah pada tahun 2045.”

Sebagai upaya untuk mendukung visi tersebut, Fakultas Ekonomi UNU Yogyakarta juga memperkuat sumber daya manusia dengan menambah dosen yang memiliki kompetensi spesifik di bidang Data Analytics, Manajemen Operasi, dan Bisnis Digital.

Langkah ini dinilai strategis karena dunia usaha semakin membutuhkan talenta yang mampu mengolah data menjadi dasar pengambilan keputusan, mengelola operasi secara efektif, dan memahami ekosistem bisnis digital yang terus berkembang.

“Kami tidak ingin sekadar mengikuti perubahan, tetapi menjadi bagian yang memimpin perubahan. Karena itu, kami memperkuat dosen, kurikulum, dan kemitraan industri agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan masa depan,” tandas Dr. Suhada.

Penguatan SDM ini juga mempercepat implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang berorientasi pada capaian kompetensi lulusan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis, pengalaman industri, kemampuan analitis, dan karakter kepemimpinan yang dibutuhkan di dunia kerja modern. (*/ ted)