Opini  

Membaca Bersama Kakek, Menulis Bersama Cucu

Sampul buku “Aku & Pahlawan Kecilku” dan penulis Maria Christelle Hazel Grace. (Foto : MMB dan dokumentasi keluarga)

bernasnews – Satu Teladan Lebih Baik daripada Seribu Nasehat. Demikian sebuah ungkapan bijak yang tertulis sebagai hiasan dinding sebuah satuan pendidikan di Bantul DIY. Sebuah narasi yang baik dan bermakna.

Bagi seseorang yang peka dan fokus terhadap sesuatu, penyampaian sapaan, ungkapan atau nasehat tentang sesuatu akan mudah diterima. Namun bagi mereka yang kurang peka dan tidak fokus, banyak nasehat yang diberikan mungkin hanya akan numpang lewat saja.

Semasa masih remaja, penulis bersyukur memiliki kakek dari ayah yang gemar membaca. Di rumah kami tersedia bacaan koran dan buku. Meski bukunya tidak banyak, namun sejauh yang penulis amati waktu itu, berisi tentang hal-hal yang bermanfaat. Ada buku tentang pengembangan diri, mengelola kehidupan yang lebih baik, berpikir positif, kemudian tentang inspirasi dan motivasi.

Kemudian ayah penulis juga sosok yang gemar membaca. Bahkan bukunya jauh lebih banyak dari kakek. Ada beberapa almari di rumah induk yang tidak terlalu besar, berisi banyak buku. Kelak kemudian hari, ketika kakek dan ayah tiada, kami kesulitan untuk memposisikan almari buku dalam upaya penataan ulang ruang-ruang di rumah.

Kesamaan dari kedua orangtua penulis adalah tidak banyak omong. Kakek dan ayah tidak secara khusus mengajak anak dan cucunya untuk mau membaca. Namun dengan sekadar duduk manis sambil membaca pada jam-jam tertentu di ruang tamu cukup bagi kami, khususnya penulis, untuk meneladani hobi mereka itu.

Merupakan karunia bagi penulis, meski dua anak termasuk “sedang-sedang saja” dalam urusan membaca, ada cucu yang mewarisi hobi membaca dari kakek buyut dan kakeknya. Satu di antara cucu itu adalah Maria Christelle Hazel Grace atau akrab dipanggil Hazel. Kini dia duduk di kelas V sebuah Sekolah Dasar di Bekasi, Jawa Barat dan menanti kenaikan kelas.

Tahun 2025, si kecil yang suka kebahasaan dan matematika itu menerbitkan buku perdana kumpulan cerita pendek bersama ibunya Agatha KM. Judul buku mereka adalah “Merry, Kamu Pasti Bisa”. Tahun 2026, berkenaan momentum ulang tahun ke-11 pada tanggal 5 Juni, Hazel menggandeng kakeknya menerbitkan buku kedua bertajuk “Aku & Pahlawan Kecilku”. Sesuai dengan ulang tahunnya, ada 11 cerpen dalam buku duo itu.

Sebagai pegiat literasi, penulis bersyukur berada di keluarga besar yang memiliki tradisi literasi. Memang belum semua anggota suka membaca dan apalagi menulis. Ini kiranya juga merupakan cerminan sebagan masyarakat kita. Namun upaya bersama untuk keberhasilan literasi nasional di keluarga, sekolah dan masyarakat harus secara sinergis dan konsisten dilakukan oleh siapa pun yang peduli.

Buku “Aku & Pahawan Kecilku” berisi Pengantar Editor, 11 Cerpen, dan Epilog : Hazel dalam Buku dan Liputan Media. Cerpen Hazel antara lain, Aku dan Pahawan Kecilku, Hutan dan Seisinya, Pertemanan antara Manusia dan Harimau, Funshine Pnyihir yang Jahil, Keajaiban di Pagi Hari. Hazel kini sedang mempersiapkan karya tulis novel.

Penulis senang dapat membersamai cucu atau generasi penerus yang ingin maju dalam kepenulisan. Dengan menekuni membaca, menulis, diskusi dan berjumpa atau srawung dengan banyak orang, kita berharap keluarga-keluarga di Indonesia akan menjadi yang keluarga literasi. (Y.B. Margantoro)