bernasnews – Doa Rosario kembali menjadi sarana devosi yang dijalankan umat Katolik pada Rabu, 3 Juni 2026, dengan merenungkan Peristiwa Mulia yang berpusat pada kebangkitan Yesus Kristus, kenaikan-Nya ke surga, turunnya Roh Kudus, pengangkatan Bunda Maria ke surga, hingga pemahkotaan Maria sebagai Ratu Surga.
Melalui doa ini, umat diajak memperdalam iman, memohon rahmat Tuhan, serta meneladani kehidupan Yesus dan Bunda Maria dalam keseharian.
Rosario merupakan salah satu bentuk doa yang sangat dikenal dalam Gereja Katolik. Rangkaian doa ini menggabungkan doa-doa tradisional seperti Aku Percaya, Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan, dan Doa Fatima dengan permenungan atas misteri-misteri kehidupan Kristus.
Pada hari Rabu, umat merenungkan Peristiwa Mulia sebagai ungkapan iman akan kemenangan Kristus atas maut dan harapan akan kehidupan kekal.
Susunan Awal Doa Rosario Hari Rabu, 3 Juni 2026
Pelaksanaan Rosario diawali dengan Tanda Salib sebagai pembuka doa, kemudian dilanjutkan dengan doa Aku Percaya yang menjadi pernyataan iman umat Katolik.
Setelah itu, umat mendaraskan doa Kemuliaan dan Terpujilah sebelum memasuki doa Bapa Kami. Rangkaian awal juga mencakup tiga Salam Maria yang dipersembahkan kepada Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Tahapan pembuka tersebut menjadi persiapan batin sebelum memasuki lima Peristiwa Mulia yang direnungkan sepanjang doa Rosario hari Rabu.
Peristiwa Mulia I: Yesus Bangkit dari Kematian
Peristiwa pertama mengajak umat merenungkan kebangkitan Yesus Kristus sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 28:5-6.
“Malaikat itu berkata, janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakannya.”
Dalam peristiwa ini, umat memanjatkan ujud doa agar mampu melanjutkan misi Kristus dalam mewartakan Injil dan menghadirkan Kerajaan Allah di dunia.
Peristiwa tersebut dilanjutkan dengan satu kali doa Bapa Kami, sepuluh kali Salam Maria, doa Kemuliaan, Terpujilah, serta Doa Fatima.
Peristiwa Mulia II: Yesus Naik ke Surga
Peristiwa kedua diambil dari Kisah Para Rasul 1:9-11 yang menceritakan kenaikan Yesus ke surga di hadapan para murid.
“Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Hai orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.”
Melalui peristiwa ini, umat berdoa agar semakin yakin bahwa Tuhan selalu menyertai kehidupan manusia hingga akhir zaman serta menjadi sumber harapan dalam setiap keadaan.
Seperti pada peristiwa sebelumnya, rangkaian doa terdiri atas Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Mulia III: Roh Kudus Turun atas Para Rasul
Peristiwa ketiga bersumber dari Kisah Para Rasul 2:2 dan 2:4 yang menggambarkan turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta.
“Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk… lalu mereka semua dipenuhi Roh Kudus, dan mulai berbicara dalam bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.”
Ujud doa pada bagian ini memohon agar Roh Kudus senantiasa membimbing umat dalam kasih dan kebenaran Allah sehingga mampu menjalani hidup sesuai kehendak-Nya.
Setelah permenungan, umat kembali mendaraskan satu kali Bapa Kami, sepuluh kali Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Mulia IV: Maria Diangkat ke Surga
Peristiwa keempat mengacu pada 1 Tesalonika 4:14 dan 17 yang menegaskan harapan akan kebangkitan dan persatuan kekal bersama Tuhan.
“Jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa dengan perantaraan Yesus, Allah akan mengumpulkan bersama-sama dengan Dia, mereka yang telah meninggal. Sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”
Melalui peristiwa ini, umat memohon agar dianugerahi iman yang hidup serta keberanian untuk menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
Rangkaian doanya tetap sama, yaitu Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Mulia V: Maria Dimahkotai di Surga
Peristiwa terakhir diambil dari Kitab Wahyu 12:1 yang menggambarkan kemuliaan Bunda Maria di surga.
“Tampaklah suatu tanda besar di langit; seorang perempuan berselubungan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang diatas kepalanya.”
Dalam permenungan ini, umat memohon agar semakin mencintai Bunda Maria sebagai teladan murid Kristus yang setia dan menumbuhkan semangat kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah menyelesaikan peristiwa kelima, doa Rosario dilanjutkan dengan doa kepada Santo Yusuf dan diakhiri dengan Tanda Salib sebagai penutup.
Sesudah menyelesaikan seluruh rangkaian Rosario, umat Katolik dianjurkan memanjatkan doa permohonan kepada Bunda Maria. (anp)












