News  

RTLH Baznas Gunungkidul Sentuh Warga Rentan, Lansia dan Kakak Beradik Yatim Piatu Dapat Bantuan

Bupati Gunungkidul meninjau langsung kondisi rumah warga calon penerima bantuan RTLH Baznas di Kapanewon Semanu, Sabtu (30/5/2026). (Ist)

bernasnews — Program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gunungkidul kembali menyasar warga rentan.

Sabtu, 30 Mei 2026, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, turun langsung meninjau calon penerima bantuan di Kapanewon Semanu.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan RTLH benar-benar diterima warga yang membutuhkan serta telah melalui proses verifikasi yang tepat.

Di balik agenda lapangan itu, tersimpan kisah perjuangan hidup yang selama ini berjalan jauh dari sorotan publik.

Salah satunya berada di Padukuhan Kerdon, Kalurahan Dadapayu. Di rumah sederhana yang kondisinya memprihatinkan, tinggal Loso Warsito, seorang lansia yang menjadi tumpuan keluarganya.

Setiap hari, Loso merawat anak laki-lakinya yang mengalami stroke sekaligus mengasuh cucu perempuan berusia 13 tahun.

Keluarga tersebut telah menghadapi berbagai cobaan dalam waktu yang panjang. Sang cucu ditinggalkan ibunya sejak masih bayi, sementara ayahnya terserang stroke sekitar tiga tahun lalu.

Meski kondisi kesehatan anaknya mulai membaik dan sudah mampu berjalan dengan bantuan, keterbatasan fisik masih membuat keluarga tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Rumah yang ditempati pun sudah tidak lagi memberikan rasa aman yang memadai. Beberapa bagian bangunan terlihat menua dan memerlukan perbaikan.

Kakak Beradik Bertahan Hidup tanpa Orang Tua

Kunjungan berikutnya dilakukan ke Padukuhan Munggi Pasar, Kalurahan Semanu.

Di lokasi ini, Bupati Endah menemui Nurida dan adiknya, Is Purwanto, yang hidup berdua setelah kedua orang tua mereka meninggal dunia.

Is Purwanto tidak hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia juga menjadi satu-satunya anggota keluarga yang merawat kakaknya yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

Kondisi tersebut menghadirkan tantangan yang tidak ringan.

Saat harus bekerja, Is kerap menghadapi dilema karena tidak ada orang lain yang bisa menjaga kakaknya di rumah. Demi keselamatan sang kakak, ia terpaksa mengunci kamar sebelum meninggalkan rumah untuk mencari nafkah.

Situasi itu menjadi gambaran nyata kehidupan sebagian warga yang masih berjuang dengan keterbatasan ekonomi sekaligus persoalan sosial dan kesehatan dalam waktu bersamaan.

Warga sekitar mengenal keduanya sebagai keluarga yang hidup sederhana dan minim dukungan keluarga inti.

Pendampingan Mulai Menunjukkan Hasil

Pemerintah Kapanewon Semanu bersama sejumlah pihak sebenarnya telah melakukan pendampingan terhadap keluarga tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu perkembangan yang dinilai cukup penting adalah terselesaikannya persoalan akses obat bagi Nurida.

Sebelumnya, kebutuhan obat harus ditebus melalui layanan di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Pakem. Kini, akses pengobatan sudah lebih mudah sehingga kebutuhan obat dapat dipenuhi secara rutin dan tepat waktu.

Perbaikan layanan itu dinilai membantu meringankan beban yang selama ini dipikul Is Purwanto seorang diri.

RTLH Dinilai Lebih dari Sekadar Renovasi Rumah

Dalam kunjungannya, Bupati Endah menegaskan bahwa pembangunan rumah layak huni bagi warga rentan merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Baznas Gunungkidul.

Menurutnya, program RTLH bukan hanya soal memperbaiki bangunan fisik.

“Bersama Baznas, kami berupaya mengurus tempat tinggal mereka agar memiliki hunian yang lebih aman, sehat, dan layak. Ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga menghadirkan harapan dan perlindungan bagi warga yang sedang menghadapi situasi sulit,” ujar Endah.

Rumah yang layak, menurutnya, menjadi kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap kesehatan, keamanan, dan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.

Dana Zakat Dirasakan Langsung Masyarakat

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Endah menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan aparatur sipil negara yang menyalurkan zakat melalui Baznas Kabupaten Gunungkidul.

Dana yang terkumpul selama ini digunakan untuk berbagai program sosial, mulai dari bantuan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga pembangunan rumah layak huni.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan Baznas sebagai tempat menghimpun zakat,” kata Endah.

Hingga pembaruan terbaru akhir Mei 2026, program RTLH Baznas masih menjadi salah satu program sosial yang terus diperluas untuk menjangkau warga dengan kondisi paling rentan.

Bagi Loso Warsito maupun keluarga Nurida dan Is Purwanto, bantuan tersebut bukan hanya menghadirkan bangunan baru.

Program itu membawa harapan agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih aman dan bermartabat di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi. (Eln)