bernasnews – Umat Katolik kembali mendaraskan Doa Rosario pada Rabu, 27 Mei 2026, yang bertepatan dengan Bulan Maria, dengan merenungkan Peristiwa Mulia. Dalam rangkaian doa ini, umat diajak mengenang kemuliaan Yesus Kristus setelah kebangkitan-Nya serta penghormatan kepada Bunda Maria sebagai teladan iman.
Rosario hari Rabu menjadi momen refleksi rohani untuk memperkuat iman, pengharapan, dan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Doa Rosario merupakan salah satu devosi penting dalam Gereja Katolik yang dilakukan dengan mendaraskan doa-doa pokok, disertai permenungan atas peristiwa kehidupan Yesus dan Maria.
Khusus pada hari Rabu dan Minggu, umat merenungkan Peristiwa Mulia yang berisi lima peristiwa penting setelah kebangkitan Kristus.
Tata Cara Pembukaan Doa Rosario
Doa Rosario diawali dengan Tanda Salib sebagai pembuka ibadat pribadi maupun bersama.
“Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.”
Selanjutnya umat mendaraskan doa Aku Percaya sebagai pernyataan iman kepada Allah Tritunggal dan ajaran Gereja Katolik. Setelah itu dilanjutkan dengan doa Kemuliaan, Terpujilah, Bapa Kami, serta tiga Salam Maria yang dipersembahkan kepada Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Rangkaian pembuka ini menjadi persiapan batin sebelum memasuki permenungan lima Peristiwa Mulia.
Peristiwa Mulia Pertama: Yesus Bangkit dari Kematian
Peristiwa pertama mengenang kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. Bacaan yang direnungkan berasal dari Injil Matius 28:5-6:
“Malaikat itu berkata, janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakannya.”
Dalam peristiwa ini, umat memanjatkan doa agar mampu melanjutkan misi Kristus dengan memberitakan Injil dan menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia.
Setelah permenungan, doa dilanjutkan dengan satu Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Mulia Kedua: Yesus Naik ke Surga
Peristiwa kedua mengingatkan umat akan kenaikan Yesus ke surga sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul 1:9-11.
“Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.”
Melalui peristiwa ini, umat diajak menaruh harapan penuh kepada Tuhan yang senantiasa menyertai hingga akhir zaman. Doa yang dipanjatkan menegaskan keyakinan bahwa Allah menjadi tumpuan hidup dan sumber pengharapan umat beriman.
Rangkaian doa kemudian diteruskan dengan Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Mulia Ketiga: Roh Kudus Turun atas Para Rasul
Peristiwa ketiga merenungkan turunnya Roh Kudus kepada para rasul pada hari Pentakosta, sebagaimana dikisahkan dalam Kisah Para Rasul 2:2 dan 4.
“Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah.”
Dalam bagian ini, umat memohon agar Roh Kudus membimbing hidup dalam kasih dan kebenaran Allah. Peristiwa ini juga menjadi pengingat agar umat tetap setia dalam iman serta berani menjadi saksi Kristus di tengah kehidupan.
Setelah permenungan, umat kembali mendaraskan doa Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Mulia Keempat: Maria Diangkat ke Surga
Peristiwa keempat berisi permenungan mengenai Maria yang diangkat ke surga. Bacaan diambil dari 1 Tesalonika 4:14 dan 17 yang menegaskan harapan akan kehidupan kekal bersama Tuhan.
“Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”
Dalam doa ini, umat memohon iman yang hidup dan kekuatan untuk menjadi saksi Allah di hadapan sesama. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan panggilan hidup kudus bagi setiap orang beriman.
Doa dilanjutkan dengan rangkaian Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Mulia Kelima: Maria Dimahkotai di Surga
Peristiwa terakhir mengenang Maria dimahkotai di surga sebagai Ratu Surga dan Bumi. Renungan diambil dari Wahyu 12:1:
“Tampaklah suatu tanda besar di langit; seorang perempuan berselubungan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.”
Melalui peristiwa ini, umat memohon agar memiliki semangat kasih seperti Bunda Maria yang setia mengikuti Yesus. Maria dipandang sebagai teladan iman, kerendahan hati, dan ketaatan kepada kehendak Allah.
Rangkaian doa kembali ditutup dengan Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, serta Doa Fatima. (anp)












