bernasnews — Peran RRI (Radio Republik Indonesia) itu sangat dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat. Kami di Kota Yogyakarta juga terus bekerja sama dengan RRI melalui program-program seperti Walikota Menyapa untuk memberikan edukasi dan informasi kepada publik.
Hal itu disampaikan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo dalam sambutannya dalam acara pisah sambut Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Yogyakarta di Auditorium RRI Yogyakarta, pada Rabu (20/5/2026).
Hasto menyampaikan terima kasih atas kerja keras Akhmad Suhartono dan mengucapkan selamat datang kepada Taufan Pamungkas Marhaendra Jaya sebagai Kepala LPP RRI Yogyakarta.
Pihaknya juga menegaskan bahwa keberadaan RRI masih sangat dibutuhkan masyarakat, terutama sebagai media edukasi dan penyampai informasi publik di tengah derasnya arus informasi digital.
Menurut Hasto, tantangan terbesar Kota Yogyakarta saat ini adalah melakukan rekonstruksi sosial, salah satunya melalui perubahan perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah. Ia menilai persoalan sampah bukan terletak pada pengolahannya di hilir, melainkan pada kesadaran masyarakat sejak dari rumah tangga.
“Masalah sampah itu sebetulnya bukan masalah mengolahnya di hilir, tetapi bagaimana mengubah karakter masyarakat agar mau memilah sampah sejak dari rumah. Kalau sudah dipilah, sampah bisa menjadi berkah,” kata Hasto, dilansir dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
Wali Kota Yogyakarta juga mengapresiasi dukungan RRI dalam mengedukasi masyarakat mengenai kebersihan lingkungan dan sungai. Menurut Hasto, berkat sosialisasi yang terus dilakukan bersama media, Pemerintah Kota Yogyakarta kini berhasil menutup 33 dari 45 depo sampah yang sebelumnya menjadi titik penumpukan.
“Hari ini tinggal 12 depo sampah, dan itu pun sampahnya langsung diselesaikan hari itu juga. Tidak ada lagi sampah menginap. Inilah pentingnya edukasi,” tegasnya.
Sementara itu, Akhmad Suhartono menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan yang terjalin selama bertugas di Yogyakarta. Ia mengaku menemukan banyak saudara selama bertugas di Yogyakarta.
Akhmad juga berpesan kepada seluruh jajaran RRI Yogyakarta untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme di tengah tantangan efisiensi anggaran dan perubahan sistem kerja di lingkungan lembaga penyiaran publik.
“Pemerintah sekarang, yang dilihat adalah kinerja. Jadi teman-teman harus tetap responsif dan menjaga kualitas kerja,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Taufan Pamungkas Marhaendra Jaya menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan berbagai capaian yang telah diraih RRI Yogyakarta. Ia menilai RRI Yogyakarta memiliki reputasi yang baik dan menjadi salah satu perhatian publik di tingkat nasional.
“Torehan-torehan yang sudah diciptakan harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Kami siap melanjutkan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta,” tandasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan RRI, khususnya dalam menghadapi tantangan informasi dan media sosial. “RRI harus tetap menjadi media yang dipercaya publik, berdampak bagi masyarakat, dan mampu menginspirasi nilai-nilai Indonesia,” ujar Taufan. (*/ ted)












