News  

Kebakaran Rumah di Panggungharjo Bantul Hanguskan Seluruh Isi Rumah, Korban Sempat Cium Bau Gosong Sejak Sore

Rumah hangus terbakar di Padukuhan Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Rabu (20/5/2026). (Ist)

bernasnews – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Padukuhan Krapyak Wetan RT 11, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Rabu, 20 Mei 2026 dini hari.

Rumah milik perempuan lanjut usia berinisial HH (64) hangus terbakar setelah diduga terjadi korsleting listrik di ruang penyimpanan pakaian.

Api mulai diketahui sekitar pukul 04.00 WIB saat korban terbangun dari tidur dan melihat asap tebal memenuhi rumah.

Saat membuka pintu kamar, korban mendapati kobaran api sudah membesar di ruang pakaian dan membakar almari beserta isi ruangan. Situasi langsung berubah panik.

Teriakan minta tolong terdengar hingga ke area mushola dekat lokasi.

Warga Berhamburan Keluar Rumah

Kasi Humas Polres Bantul, Rita Hidayanto, mengatakan api dengan cepat menjalar ke bagian atap rumah.

“Korban sempat melihat api sudah membesar di ruang pakaian. Korban kemudian berteriak meminta tolong sehingga anak korban terbangun dan langsung menyelamatkan diri keluar rumah,” ujar Rita.

Anak korban, Clara Sekar, langsung keluar rumah bersama ibunya ketika api mulai merembet ke bagian atas bangunan.

Di waktu yang hampir bersamaan, warga sekitar yang masih berada di mushola usai aktivitas malam langsung berdatangan membantu pemadaman.

Sebagian warga membawa ember dan peralatan seadanya. Ada yang mencoba menyiram api dari halaman rumah, sementara lainnya sibuk menghubungi layanan darurat 113.

Namun kobaran api terus membesar. Dalam waktu singkat, hampir seluruh bagian rumah dipenuhi asap hitam pekat.

Beberapa warga terlihat beberapa kali mundur karena hawa panas dari dalam bangunan mulai terasa hingga ke gang sekitar lokasi.

Mobil Damkar Sulit Masuk Gang

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta tiba tak lama setelah laporan masuk. Dua unit tambahan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantul kemudian menyusul untuk membantu penanganan.

Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena lokasi rumah berada di dalam gang sempit.

Mobil pemadam tidak bisa mendekati titik api secara langsung. Petugas terpaksa menarik selang panjang dari jalan utama menuju lokasi kebakaran.

Beberapa kali warga membantu membuka akses jalan karena gang dipenuhi orang yang ingin melihat kondisi rumah terbakar.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.30 WIB setelah petugas gabungan berjibaku lebih dari satu jam. Beruntung, kobaran api tidak sampai merembet ke rumah warga lain yang jaraknya cukup rapat.

Korban Sudah Curiga Sejak Sore

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada stop kontak di ruang pakaian.

Petugas menyebut dugaan itu diperkuat dari keterangan korban yang mengaku sudah mencium bau gosong sejak Selasa (19/5/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Korban bahkan sempat mematikan lampu listrik di rumah karena merasa ada kondisi yang tidak normal. Namun api diduga tetap muncul beberapa jam kemudian ketika penghuni rumah sedang beristirahat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski begitu, rumah beserta seluruh isinya habis terbakar dengan estimasi kerugian mencapai Rp50 juta.

Warga Buka Donasi untuk Korban

Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polsek Sewon, PMI, relawan, petugas kesehatan, perangkat desa, hingga warga sekitar.

Sejak pagi, suasana gotong royong terlihat di lokasi kejadian. Sejumlah warga membantu membersihkan puing dan mengevakuasi barang yang masih tersisa.

Kelompok PKK Padukuhan Krapyak Wetan juga langsung membuka donasi untuk membantu keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.

Hingga Rabu siang, beberapa warga masih terlihat keluar masuk rumah sambil memilah barang yang masih bisa diselamatkan dari sisa reruntuhan bangunan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat soal pentingnya pemeriksaan instalasi listrik rumah secara berkala.

Kabel tua, sambungan listrik bertumpuk, hingga stop kontak rusak masih menjadi pemicu kebakaran rumah yang paling sering terjadi di kawasan permukiman padat. (Eln)