bernasnews — Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Gunungkidul terus bergerak cepat.
Pemerintah bersama jajaran TNI dan berbagai pihak terkait kini mempercepat penyelesaian pembangunan fisik gerai koperasi yang diproyeksikan menjadi pusat penggerak ekonomi desa.
Di tengah proses pembangunan yang masih berlangsung, tujuh koperasi desa bahkan telah menerima kendaraan operasional berupa sepeda motor roda tiga dan satu unit truk distribusi.
Armada tersebut akan mendukung distribusi kebutuhan pokok, sarana pertanian, hingga pelayanan ekonomi masyarakat desa secara lebih cepat dan efisien.
Langkah percepatan pembangunan itu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadirkan sistem ekonomi kerakyatan yang modern dan terintegrasi hingga tingkat kalurahan.
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Alfian Yudha Praniawan mengatakan, saat ini terdapat 20 unit KDMP di Kabupaten Gunungkidul yang telah memasuki tahap pembangunan fisik gerai.
Dari jumlah tersebut, delapan unit KDMP dinyatakan telah selesai 100 persen. Delapan koperasi itu berada di Kalurahan Getas, Siraman, Baleharjo, Candirejo, Jatiayu, Kelor, Kenteng, dan Sidorejo.
“Sisanya masih berproses pembangunan. Dalam waktu dekat ini ada satu lagi yang menyusul selesai 100 persen pembangunannya,” ujar Alfian Yudha Praniawan saat dihubungi pada Senin (18/06/2026).
Gerai Sudah Berdiri, Operasional Tinggal Menunggu Sistem Terintegrasi
Meski bangunan fisik telah rampung, operasional KDMP di Gunungkidul masih menunggu tahapan lanjutan dari pihak PT Agrinas selaku pihak pendukung sistem dan distribusi.
Saat ini, perusahaan tersebut masih mempersiapkan sejumlah kebutuhan penting, mulai dari kelengkapan armada distribusi, pengisian stok barang gerai, fasilitas klinik, hingga penyempurnaan sistem digital yang nantinya akan menghubungkan seluruh KDMP.
Sistem digital itu menjadi salah satu kekuatan utama program koperasi desa modern tersebut. Melalui jaringan yang saling terintegrasi, setiap KDMP nantinya dapat saling mendukung kebutuhan stok barang.
Apabila satu koperasi mengalami kekurangan stok komoditas tertentu, koperasi lain yang memiliki persediaan dapat langsung membantu pemenuhan kebutuhan.
Sistem tersebut diyakini mampu menciptakan distribusi barang yang lebih stabil sekaligus menjaga harga kebutuhan masyarakat desa tetap terjangkau.
Peresmian Serentak Dipimpin Presiden Prabowo Subianto
Semangat pembangunan KDMP di Gunungkidul semakin menguat setelah pelaksanaan peresmian Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang berlangsung di Kalurahan Siraman, Wonosari, Sabtu (16/05/2026) siang.
Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0730/GK bersama Bupati Gunungkidul, Ketua DPRD Gunungkidul, Kapolres Gunungkidul, serta Lurah Kalurahan Siraman.
Secara nasional, peresmian dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melalui sambungan daring.
Dalam momentum tersebut, sebanyak 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia diresmikan secara serentak sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis desa.
Gunungkidul sendiri menjadi salah satu daerah yang menunjukkan progres signifikan. Dari total 20 unit KDMP yang direncanakan, delapan unit dinyatakan siap beroperasi.
Tidak Sekadar Koperasi, KDMP Disiapkan Menjadi Pusat Ekonomi Desa
Setiap gerai KDMP di Gunungkidul telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat desa secara langsung.
Gerai koperasi menyediakan kebutuhan pokok seperti sembako, obat-obatan, hingga sarana pertanian yang mendukung produktivitas warga. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memotong rantai distribusi sekaligus menekan harga kebutuhan masyarakat.
Tidak hanya itu, armada distribusi yang mulai disalurkan juga akan mempercepat pelayanan hingga wilayah desa yang selama ini memiliki keterbatasan akses ekonomi.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa program KDMP menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat desa.
Menurutnya, koperasi modern tersebut tidak hanya memberikan akses kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, tetapi juga membuka peluang pembiayaan usaha dengan bunga rendah bagi masyarakat.
“Kedepan, masyarakat yang bergabung menjadi anggota akan mendapatkan keuntungan berupa harga yang lebih murah serta akses kredit bunga rendah demi mendongkrak produktivitas desa,” ujarnya.
Harapan Baru untuk Mengurangi Kesenjangan Desa dan Kota
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menaruh harapan besar terhadap keberadaan KDMP. Program tersebut diyakini mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan antara wilayah pedesaan dan perkotaan.
Melalui koperasi yang terintegrasi, masyarakat desa nantinya akan lebih mudah mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok, layanan keuangan, hingga dukungan usaha pertanian dan UMKM.
Keberadaan KDMP juga dipandang sebagai langkah strategis untuk membangun kemandirian ekonomi desa di tengah tantangan ekonomi modern yang semakin kompetitif.
Bupati Endah pun mengajak seluruh masyarakat Gunungkidul untuk aktif terlibat dalam program tersebut dengan menjadi anggota koperasi dan memanfaatkan seluruh fasilitas yang tersedia.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Gunungkidul untuk bergabung dan memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh KDMP,” imbuhnya.
KDMP Gunungkidul Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan
Di balik pembangunan fisik yang terus berlangsung, KDMP kini mulai menghadirkan optimisme baru bagi masyarakat desa di Gunungkidul.
Gerai-gerai koperasi yang berdiri di berbagai kalurahan perlahan menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong dan teknologi modern.
Dengan dukungan armada distribusi, sistem digital terintegrasi, serta keterlibatan pemerintah pusat dan daerah, KDMP diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Gunungkidul kini tidak hanya membangun gedung koperasi. Daerah ini sedang membangun harapan baru bagi masa depan ekonomi desa yang lebih mandiri, kuat, dan berdaya saing. (Eln)












