Panduan Doa Rosario Hari Senin, 18 Mei 2026: Peristiwa Gembira dan Doa Penutup

Ilustrasi doa Rosario hari Rabu. (Pixabay.com)

bernasnews – Doa Rosario pada Senin, 18 Mei 2026 dipusatkan pada Peristiwa Gembira, yang mengajak umat Katolik merenungkan karya keselamatan Allah melalui kelahiran dan masa kecil Yesus Kristus.

Panduan ini memuat urutan lengkap doa mulai dari pembuka hingga penutup, termasuk doa tambahan setelah Rosario serta ujud permohonan yang relevan dengan kehidupan umat saat ini.

Doa ini dapat didaraskan secara pribadi maupun bersama keluarga atau komunitas, sebagai bentuk devosi kepada Bunda Maria sekaligus sarana memperdalam iman.

Urutan Pembuka Doa Rosario

Doa Rosario diawali dengan tanda salib sebagai pembuka:

“Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.”

Kemudian dilanjutkan dengan Doa Aku Percaya, yang menjadi pernyataan iman umat Katolik terhadap Allah Tritunggal, diikuti dengan doa:

  • Kemuliaan
  • Terpujilah
  • Bapa Kami
  • Tiga Salam Maria (Salam Putri Allah Bapa, Salam Bunda Allah Putra, Salam Mempelai Allah Roh Kudus)
  • Kemuliaan dan Terpujilah kembali

Rangkaian ini menjadi fondasi doa sebelum memasuki permenungan misteri Rosario.

Lima Peristiwa Gembira yang Didoakan

Pada hari Senin, umat merenungkan lima Peristiwa Gembira yang masing-masing disertai doa pokok Rosario.

1. Maria Menerima Kabar Gembira dari Malaikat Gabriel

Peristiwa ini menggambarkan ketaatan Maria saat menerima kehendak Allah untuk mengandung Yesus.

Setiap peristiwa didoakan dengan urutan:

  • Bapa Kami
  • Salam Maria (10 kali)
  • Kemuliaan
  • Terpujilah
  • Doa Fatima

2. Maria Mengunjungi Elisabet

Maria menunjukkan kasih dan kepedulian dengan mengunjungi saudarinya Elisabet.

3. Yesus Dilahirkan di Betlehem

Peristiwa kelahiran Yesus menjadi tanda kasih Allah yang hadir bagi manusia.

4. Yesus Dipersembahkan di Bait Allah

Yesus dipersembahkan sebagai bentuk ketaatan kepada hukum Tuhan.

5. Yesus Diketemukan di Bait Allah

Yesus menunjukkan bahwa hidup-Nya sepenuhnya untuk kehendak Bapa.

Setiap peristiwa diiringi doa yang sama, menegaskan ritme meditasi dan pengulangan sebagai kekuatan spiritual Rosario.

Rosario ditutup dengan tanda salib, kemudian dilanjutkan dengan doa permohonan kepada Bunda Maria sebagai bentuk penyerahan diri.

Doa ini berisi ungkapan pertobatan, harapan, serta permohonan agar Bunda Maria menjadi perantara kepada Allah. Isinya mencerminkan pergumulan manusia: rasa takut, kelemahan, dan harapan akan keselamatan.

Doa tersebut menegaskan bahwa umat memohon:

  • Rahmat pengampunan
  • Kekuatan menjalani hidup
  • Kesetiaan mengikuti kehendak Allah
  • Harapan akan kehidupan kekal

5 Doa Ujud Permohonan Rosario

Sebagai pelengkap doa Rosario hari ini, berikut lima ujud doa yang dapat didaraskan:

1. Doa untuk Persatuan Dunia

Ya Tuhan, satukanlah hati umat manusia di seluruh dunia. Hilangkan perpecahan, konflik, dan kebencian, agar tercipta perdamaian yang sejati dan berkelanjutan.

2. Doa Memohon Kesehatan

Ya Bapa, anugerahkanlah kesehatan bagi kami yang sakit, kuatkan mereka yang sedang menderita, dan pulihkan tubuh serta jiwa kami sesuai kehendak-Mu.

3. Doa Memohon Kesabaran

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk tetap sabar dalam menghadapi setiap cobaan hidup. Kuatkan iman kami agar tidak mudah goyah dalam kesulitan.

4. Doa Memohon Kemudahan Rezeki

Ya Allah, bukakanlah jalan rezeki yang halal dan berlimpah bagi kami. Berkatilah setiap usaha dan pekerjaan kami agar membawa kebaikan.

5. Doa untuk Keluarga dan Kehidupan Sehari-hari

Ya Tuhan, lindungilah keluarga kami, jauhkan dari bahaya, dan bimbinglah kami agar selalu hidup dalam kasih, damai, dan pengharapan.

Tanda Salib

Doa Rosario bukan sekadar rangkaian doa, tetapi sarana permenungan yang mendalam atas kehidupan Yesus Kristus melalui perantaraan Bunda Maria. Dengan mendaraskan Rosario secara rutin, umat diajak untuk semakin dekat dengan Tuhan, memperkuat iman, serta menemukan ketenangan batin di tengah dinamika kehidupan.

Perayaan Rosario pada Senin, 18 Mei 2026 menjadi momentum refleksi akan ketaatan, kasih, dan harapan yang diteladankan dalam Peristiwa Gembira. (anp)