bernasnews – Doa Rosario pada Sabtu, 16 Mei 2026, dilaksanakan oleh umat Katolik dengan merenungkan Peristiwa Gembira, yakni rangkaian peristiwa penting dalam kehidupan Yesus Kristus dan Bunda Maria.
Doa ini menjadi bentuk devosi yang berpusat pada Yesus melalui perantaraan Maria, dilakukan dengan tahapan doa tertentu menggunakan rosario sebagai alat bantu.
Dilansir dari Keuskupan Purwokerto, doa Rosario merupakan praktik doa yang mengajak umat untuk merenungkan misteri iman secara mendalam.
Pada hari Sabtu, fokus permenungan adalah Peristiwa Gembira yang menggambarkan awal karya keselamatan Allah melalui kelahiran dan masa kanak-kanak Yesus.
Tata Cara Doa Rosario
Doa Rosario dimulai dengan tanda salib sebagai pembuka:
“Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.”
Kemudian dilanjutkan dengan doa Aku Percaya sebagai pernyataan iman umat:
“Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Maha Kuasa,
Pencipta langit dan Bumi;
Dan akan Yesus Kristus,
Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita;
Yang dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria;
Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus;
Disalibkan, wafat dan dimakamkan;
Yang turun ke tempat penantian,
Pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;
Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa;
Dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang Kudus,
Persekutuan para kudus,
Pengampunan dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.”
Setelah itu, doa dilanjutkan dengan Kemuliaan, Terpujilah, Bapa Kami, serta tiga Salam Maria yang memiliki makna khusus sebagai penghormatan kepada Allah Tritunggal.
Peristiwa Gembira I: Maria Menerima Kabar dari Malaikat Gabriel
Peristiwa pertama menggambarkan saat Maria menerima kabar sukacita dari Malaikat Gabriel.
“Salam hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau; jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Luk 1:28-31)
Renungan dilanjutkan dengan doa permohonan, kemudian Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Gembira II: Maria Mengunjungi Elisabet
Peristiwa kedua menceritakan kunjungan Maria kepada Elisabet yang penuh sukacita iman.
“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk 1:42-43)
Rangkaian doa yang sama diulang sebagai bentuk permenungan mendalam atas kasih Allah.
Peristiwa Gembira III: Kelahiran Yesus di Betlehem
Peristiwa ketiga menyoroti kelahiran Yesus di tempat sederhana di Betlehem.
“Maria melahirkan seorang anak laki-laki, lalu dibungkusnya dengan kain lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Luk 2:7)
Peristiwa ini menjadi simbol kerendahan hati dan kasih Allah kepada umat manusia.
Peristiwa Gembira IV: Yesus Dipersembahkan di Bait Allah
Pada peristiwa keempat, Yesus dipersembahkan di Bait Allah dan dinubuatkan oleh Simeon.
“Simeon berkata kepada Maria, ‘Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan. Kelak suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri.’” (Luk 2:34-35)
Doa-doa kembali dilanjutkan sebagai bentuk refleksi iman dan penyerahan diri.
Peristiwa Gembira V: Yesus Ditemukan di Bait Allah
Peristiwa terakhir menggambarkan Yesus yang ditemukan di Bait Allah saat berusia 12 tahun.
“Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam Rumah Bapa-Ku? Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.” (Luk 2:49-50)
Peristiwa ini menegaskan identitas Yesus sebagai Putra Allah dan panggilan-Nya untuk melaksanakan kehendak Bapa.
Penutup Doa Rosario: Permohonan dan Tanda Salib
Setelah lima peristiwa selesai direnungkan, doa ditutup dengan Doa Fatima dan Doa kepada Santo Yusuf:
“Salam, Penjaga Sang Penebus,
Mempelai Santa Perawan Maria.
Kepadamu, Allah mempercayakan Putra-Nya yang Tunggal.
Di dalam dirimu, Maria menaruh kepercayaannya,
Bersamamu, Kristus menjadi manusia.
Santo Yusuf,
Kepada kami, perlihatkan dirimu sebagai seorang bapa,
Dan bimbinglah kami, di jalan kehidupan.
Perolehkan bagi kami rahmat, belas kasih, dan keberanian,
Serta lindungi kami, dari setiap kejahatan.”
Doa Rosario kemudian diakhiri dengan tanda salib sebagai penutup.
Doa Rosario bukan sekadar rangkaian doa, tetapi sarana refleksi iman yang mengajak umat Katolik untuk semakin dekat dengan Tuhan. Melalui Peristiwa Gembira, umat diajak memahami karya keselamatan Allah sejak awal kehidupan Yesus, sekaligus meneladani ketaatan dan iman Bunda Maria.
Dengan mendaraskan doa ini secara rutin, umat diharapkan mampu memperdalam spiritualitas, memperkuat iman, serta menumbuhkan sikap rendah hati, taat, dan penuh kasih dalam kehidupan sehari-hari. (anp)












