bernasnews – Doa Rosario yang didaraskan pada Jumat, 15 Mei 2026, berfokus pada Peristiwa Sedih yang mengajak umat Katolik merenungkan sengsara Yesus Kristus menjelang wafat-Nya di kayu salib.
Tradisi doa ini menjadi bagian penting dalam kehidupan rohani umat, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan melalui permenungan mendalam, pujian, serta permohonan.
Doa Rosario bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga refleksi iman yang membantu umat memahami makna pengorbanan, kasih, dan pengampunan. Pada hari Jumat, Peristiwa Sedih dipilih untuk mengenang penderitaan Yesus sebagai wujud kasih-Nya kepada umat manusia.
Makna Peristiwa Sedih dalam Doa Rosario Jumat
Peristiwa Sedih menjadi inti permenungan Rosario pada hari Jumat. Dalam rangkaian ini, umat diajak menelusuri perjalanan sengsara Yesus sebelum wafat di salib. Setiap peristiwa mengandung pesan spiritual yang mendalam, mulai dari ketaatan kepada kehendak Allah hingga pengorbanan total demi keselamatan manusia.
Melalui permenungan ini, umat diajak untuk tetap setia dalam iman, bahkan saat menghadapi penderitaan. Nilai-nilai seperti kesabaran, pengampunan, dan keteguhan hati menjadi refleksi utama yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Susunan Doa Rosario Hari Jumat
Doa Rosario diawali dengan Tanda Salib sebagai pembuka.
Aku Percaya
Kemuliaan
Bapa Kami
Salam Puteri Allah Bapa…
Salam Bunda Allah Putera…
Salam Mempelai Allah Roh Kudus…
Kemuliaan…
Doa Fatima…
Peristiwa Sedih I: Yesus Berdoa di Taman Getsemani
“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambilah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.”
Peristiwa ini mengajarkan ketaatan total kepada kehendak Allah, bahkan dalam situasi paling berat sekalipun.
Peristiwa Sedih II: Yesus Didera
“Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia, mereka menanggalkan jubah ungu yang dipakai-Nya dan mengenakan lagi pakaian-Nya kepada-Nya”
Peristiwa ini mengingatkan umat akan penderitaan fisik yang dialami Yesus dan mengajak untuk tetap teguh dalam menghadapi cobaan hidup.
Peristiwa Sedih III: Yesus Dimahkotai Duri
“Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya diatas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya,”Salam, hai raja orang Yahudi!””
Makna utama dari peristiwa ini adalah kerendahan hati dan kemampuan untuk mengampuni meski diperlakukan tidak adil.
Peristiwa Sedih IV: Yesus Memanggul Salib
“Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi keluar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota.”
Peristiwa ini menjadi simbol perjuangan dan keteguhan iman dalam menjalani beban kehidupan.
Peristiwa Sedih V: Yesus Wafat di Salib
“Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa ke dalam tangan-Mu, Ku serahkan nyawa-Ku.” Sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya””
Peristiwa puncak ini menggambarkan pengorbanan terbesar sebagai bentuk kasih yang tak terbatas bagi umat manusia.
Penutup Doa Rosario dan Makna Spiritual
Doa Rosario ditutup dengan doa kepada Santo Yusuf dan diakhiri dengan Tanda Salib. Penutup ini menjadi simbol penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah serta permohonan perlindungan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Doa Rosario Jumat dengan Peristiwa Sedih, umat Katolik diajak tidak hanya mengingat penderitaan Yesus, tetapi juga meneladani nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Doa ini menjadi sarana memperkuat iman, membangun keteguhan hati, serta memperdalam relasi spiritual dengan Tuhan. (anp)












