bernasnews – Suasana dini hari di wilayah Margosari, Pengasih, Kulon Progo, mendadak ricuh pada Rabu, 13 Mei 2026.
Sepeda motor Yamaha NMAX berwarna biru muda dilaporkan menabrak plakat es teh di depan SMK Negeri 2 Pengasih sekitar pukul 03.00 WIB.
Awalnya warga mengira insiden itu murni kecelakaan lalu lintas biasa. Namun setelah petugas datang dan melakukan pendalaman, polisi menemukan adanya dugaan tawuran antarremaja yang terjadi sebelum kecelakaan tersebut.
Polisi kemudian mengamankan tujuh remaja untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Petugas menerima laporan dari masyarakat terkait kecelakaan sepeda motor NMAX yang menabrak plakat es teh di depan SMK N 2 Pengasih,” ujar Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko.
“Setelah dilakukan pendalaman, petugas menemukan adanya kegiatan remaja yang mengarah pada perkelahian sehingga tujuh remaja kami amankan,” lanjutnya.
Bermula dari Perkelahian Dua Remaja
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan telah terjadi perkelahian antara dua remaja berinisial AK dan AA.
Keributan itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di kawasan Bok Kuning, Pengasih.
Menurut polisi, kedua remaja tidak datang sendirian. Masing-masing membawa sejumlah teman sehingga situasi cepat memanas dan membuat warga sekitar resah.
Beberapa warga yang mendengar suara keributan dini hari langsung keluar rumah.
Ada yang sempat merekam situasi menggunakan ponsel, sementara lainnya memilih menghubungi aparat karena khawatir tawuran meluas.
Dalam perkelahian tersebut, AK mengalami luka sobek pada bagian pergelangan tangan kiri.
Motor NMAX Diduga Terlibat saat Situasi Ricuh
Kecelakaan motor NMAX yang menabrak plakat es teh diduga terjadi ketika situasi mulai tidak terkendali.
Benturan keras di depan sekolah membuat warga sekitar kembali keluar rumah. Suasana sempat panik karena kejadian berlangsung saat sebagian besar warga masih tidur.
Plakat es teh di depan sekolah mengalami kerusakan cukup parah akibat tabrakan tersebut.
Polisi yang datang ke lokasi kemudian melakukan pengamanan sekaligus memeriksa sejumlah remaja yang berada di sekitar area kejadian.
Beberapa remaja terlihat masih berkumpul ketika petugas tiba. Situasi akhirnya berhasil dikendalikan setelah polisi melakukan penyisiran dan pemeriksaan awal.
Polisi Dalami Motif Tawuran
Hingga kini, Polres Kulon Progo masih mendalami motif perkelahian dan peran masing-masing remaja dalam insiden tersebut.
Pemeriksaan saksi juga terus dilakukan untuk memastikan kronologi lengkap, termasuk kaitan antara tawuran dan kecelakaan motor yang terjadi beberapa saat kemudian.
Iptu Sarjoko mengatakan pihak kepolisian akan meningkatkan patroli malam hingga dini hari untuk mencegah tawuran maupun gangguan keamanan lainnya.
“Kami mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari,” katanya.
Polisi menilai pengawasan keluarga menjadi faktor penting untuk mencegah remaja terlibat aksi kekerasan jalanan maupun pergaulan berisiko.
Warga Resah Tawuran Dini Hari Kembali Terjadi
Peristiwa ini kembali memunculkan keresahan warga terkait aktivitas remaja pada malam hingga dini hari di sejumlah wilayah Kulon Progo.
Selain menimbulkan korban luka, tawuran juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas dan membahayakan masyarakat sekitar. (Eln)












