bernasnews – Dua petugas penjaga perlintasan kereta api di Yogyakarta menjadi sorotan publik setelah aksi heroik mereka viral di media sosial. Dalam dua kejadian berbeda, keduanya berhasil menyelamatkan nyawa warga sekaligus mencegah potensi kecelakaan fatal di jalur kereta api.
Peristiwa pertama terjadi di Pos Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 350 Baciro, Kota Yogyakarta, Senin, 4 Mei 2026. Petugas penjaga perlintasan bernama Subambang menggagalkan aksi bunuh diri seorang pria yang nekat menerobos rel saat kereta api akan melintas.
Sementara aksi heroik lainnya dilakukan Purwono Prasetyo yang menghentikan laju kereta api demi mencegah tabrakan dengan mobil yang terjebak di perlintasan rel.
Kedua kejadian itu memicu banyak respons dari masyarakat. Video dan cerita mengenai aksi para petugas beredar luas di media sosial, terutama karena situasi berlangsung sangat cepat dan menegangkan.
Detik-Detik Penyelamatan di Perlintasan Baciro
Insiden di JPL 350 Baciro bermula sekitar pukul 18.17 WIB saat Subambang bersiap menutup palang pintu seperti rutinitas biasanya. Suasana lalu lintas saat itu cukup ramai dengan antrean kendaraan mulai mengular di sisi perlintasan.
Namun situasi mendadak berubah ketika seorang pria berinisial RS datang menghampiri sambil bertanya soal jadwal kedatangan kereta menggunakan bahasa Jawa.
“Dia bertanya sampai tiga kali pakai bahasa Jawa, ‘Pak, sepure jam piro?’,” ujar Bambang, sapaan akrab Subambang.
Awalnya, Bambang tidak menaruh curiga. Tetapi beberapa detik kemudian, pria tersebut menyerahkan secarik kertas berisi nomor telepon istrinya sambil mengaku sudah tidak kuat menjalani hidup.
Belum sempat situasi dipahami sepenuhnya, pria itu tiba-tiba berlari menuju rel kereta api.
Tarik-Menarik Beberapa Detik Sebelum Kereta Melintas
Melihat aksi nekat itu, Subambang langsung berlari mengejar korban. Saat itu, sirene perlintasan sudah berbunyi dan kereta api semakin mendekat.
Di tengah situasi panik, Bambang menarik tubuh korban menjauh dari rel. Korban sempat memberontak dan tetap berusaha mendekati lintasan kereta.
Beberapa warga yang sedang menunggu palang pintu tertutup terlihat ikut berteriak ketika melihat kejadian tersebut.
“Waktu saya narik itu rasanya ringan sekali. Saya tidak tahu tenaga saya dari mana, mungkin saking paniknya,” kata Bambang.
Korban akhirnya berhasil diamankan hanya beberapa detik sebelum kereta melintas.
Setelah situasi terkendali, sejumlah warga dan pengguna jalan membantu menenangkan korban hingga akhirnya ditangani petugas kepolisian.
Meski baru saja menghadapi situasi dramatis, Bambang kembali menjalankan tugas menjaga perjalanan kereta api seperti biasa.
Purwono Hentikan Kereta Demi Hindari Tabrakan
Aksi heroik lainnya terjadi di JPL 349 petak Maguwo-Lempuyangan pada Rabu, 29 April 2026 sekitar pukul 12.45 WIB.
Saat itu, Purwono Prasetyo tengah bersiap melayani perjalanan kereta api dari Stasiun Lempuyangan.
Sirene sudah berbunyi dan palang pintu mulai ditutup. Namun sebuah mobil putih tiba-tiba nekat masuk ke area rel.
Situasi berubah tegang ketika mobil berhenti tepat di atas lintasan. Pengemudi terlihat panik lalu keluar meninggalkan kendaraan di tengah rel.
Melihat kondisi berbahaya tersebut, Purwono langsung berlari menuju arah datangnya kereta sambil membawa bendera merah sebagai tanda bahaya.
Kereta Berhasil Dihentikan 300 Meter Sebelum Perlintasan
Aksi cepat Purwono membuat masinis segera mengurangi kecepatan kereta hingga akhirnya berhenti sekitar 300 meter sebelum lokasi perlintasan.
Potensi kecelakaan besar pun berhasil dicegah.
Di lokasi kejadian, beberapa pengguna jalan sempat terlihat turun dari kendaraan karena khawatir kereta tidak sempat berhenti. Situasi lalu lintas juga sempat tersendat beberapa menit setelah insiden.
Atas tindakannya, KAI Daop 6 Yogyakarta bersama KAI Properti memberikan penghargaan langsung kepada Purwono dalam Apel Pembinaan yang digelar Rabu, 6 Mei 2026.
Penghargaan diserahkan oleh EVP Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo, bersama Manager Area KAI Properti Anis Wahyudi.
KAI Minta Pengguna Jalan Tidak Terobos Palang
EVP Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo, menyampaikan apresiasi atas keberanian para petugas yang dinilai sigap menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
Ia menegaskan keselamatan perjalanan kereta menjadi prioritas utama seluruh insan KAI.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, kembali mengingatkan masyarakat agar disiplin saat melintas di perlintasan sebidang.
“KAI Daop 6 menegaskan bahwa setiap pengguna jalan wajib berhenti ketika palang pintu mulai menutup dan sirine sudah dibunyikan,” kata Feni.
Menurutnya, aturan tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Perkeretaapian dan Undang-Undang Lalu Lintas.
Jadi Pengingat Besarnya Risiko di Perlintasan Kereta
KAI Daop 6 Yogyakarta juga mengajak masyarakat ikut menjaga keselamatan di sekitar rel kereta api.
Kasus yang melibatkan aksi bunuh diri hingga kendaraan mogok di atas rel masih menjadi ancaman serius dalam operasional perjalanan kereta.
Aksi Subambang dan Purwono memperlihatkan bahwa pekerjaan penjaga perlintasan tidak hanya sebatas membuka dan menutup palang pintu.
Dalam hitungan detik, mereka kerap harus mengambil keputusan cepat yang menyangkut keselamatan banyak orang.












