News  

Viral Pemuda Bawa Celurit di Wonosari: Fakta Terungkap, Ini Alasan Sebenarnya

Ilustrasi Celurit Pemuda Wonosari/Foto: ChatGPT

bernasnews— Sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda Wonosari membawa celurit di dalam sebuah toko mendadak menggegerkan jagat media sosial. Warganet resah setelah rekaman tersebut menyebar luas. Namun, fakta di balik video viral itu justru berbanding terbalik dengan kekhawatiran publik.

Peristiwa tersebut terjadi di Toko Madura Queen, yang berlokasi di Jalan Sumarwi, Wonosari. Dalam video berdurasi singkat itu, seorang pemuda tampak berdiri di dalam toko sambil memegang celurit, sementara dua rekannya merekam momen tersebut.

Ekspresi santai dan suasana yang terlihat biasa saja justru membuat banyak orang semakin bertanya-tanya, apakah ini ancaman nyata atau sekadar aksi iseng?

Kepolisian setempat bergerak cepat menelusuri kebenaran video tersebut. Kapolsek Wonosari memastikan bahwa kejadian itu tidak mengandung unsur kriminal. Ia menegaskan bahwa video tersebut hanyalah gurauan antarteman yang kemudian disalahartikan oleh publik setelah beredar luas di media sosial.

Polisi mengungkapkan bahwa video itu direkam pada Sabtu malam, 25 April 2026, sekitar pukul 23.30 WIB. Rekaman tersebut awalnya tidak menimbulkan perhatian berarti hingga akhirnya ada unggahan ulang dan viral pada Jumat, 1 Mei 2026.

Dalam proses klarifikasi, polisi memanggil tiga pelajar yang terlibat dalam video tersebut. WTR (19), yang bekerja sebagai penjaga toko, menjadi sosok yang memegang celurit dalam rekaman. Sementara itu, NPK (18) dan FAA (18) datang sebagai pembeli sekaligus pihak yang merekam video.

Polisi menjelaskan bahwa celurit itu bukanlah senjata untuk tindakan kekerasan, melainkan properti hiasan dinding khas Madura di dalam toko. Ketiga pemuda tersebut secara spontan membuat konten tanpa memikirkan dampaknya.

Aksi sederhana yang mereka anggap sebagai hiburan justru berubah menjadi sumber kepanikan publik. Dalam era digital yang serba cepat, sebuah konten singkat dapat dengan mudah keluar dari konteks aslinya dan menimbulkan persepsi yang berbeda.

Setelah menjalani pemeriksaan, polisi memberikan pembinaan kepada ketiganya. Mereka juga menyadari kesalahan dan mengambil langkah bertanggung jawab dengan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

“Kami menyesal dan tidak bermaksud membuat keresahan,” ungkap salah satu dari mereka dalam klarifikasi.

Kapolsek Wonosari pun mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan bahwa setiap konten memiliki potensi dampak luas, baik positif maupun negatif.

Video pemuda Wonosari membawa celurit ini menjadi pelajaran penting bahwa kreativitas di dunia digital harus beriringan dengan tanggung jawab. Apa yang terlihat sebagai candaan di lingkup kecil bisa berubah menjadi isu serius ketika menyebar ke ruang publik. (ef linangkung)