bernasnews– Angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman pada Rabu (29/4) sore dan memicu kepanikan warga. Hujan deras yang datang bersamaan dengan angin kencang langsung mengakibatkan kerusakan di berbagai titik, dari atap rumah beterbangan hingga pohon tumbang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat setidaknya tiga kapanewon terdampak dalam peristiwa ini, yakni Ngaglik, Gamping, dan Mlati.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, R Haris Martapa, menyampaikan bahwa laporan kejadian terus masuk sejak sore hari saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut.
“Hingga pukul 18.30 WIB, hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung dilaporkan terjadi di tiga kapanewon terdampak, yaitu Ngaglik, Gamping, dan Mlati,” ujar Haris.
Di Kapanewon Ngaglik, angin puting beliung merusak dua rumah warga di wilayah Sedan, Sariharjo. Terjangan angin yang datang secara tiba-tiba membuat atap rumah beterbangan dan menyebabkan kerusakan cukup signifikan.
“Hujan deras disertai puting beliung mengakibatkan atap dua rumah beterbangan, namun saat ini kondisi sudah mulai terkendali,” jelasnya.
Angin kencang juga menumbangkan pohon besar di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sariharjo. Pohon yang tumbang tersebut sempat menghambat akses jalan dan membahayakan pengguna jalan. Selain itu, sebuah gazebo di sekitar lokasi mengalami kemiringan akibat kuatnya angin.
Sementara itu, di Kapanewon Mlati, dampak puting beliung juga tidak kalah parah. Pohon tumbang menimpa area parkir sebuah tempat kebugaran. Kejadian ini membuat sejumlah fasilitas mengalami kerusakan dan memicu kepanikan warga sekitar.
Tidak hanya itu, dua warung di kawasan Tirta Marta, Sinduadi, juga terdampak langsung. Angin kencang menerbangkan atap warung makan dan warung sayur sehingga merusak bagian bangunan dan barang dagangan.
Di wilayah Kapanewon Gamping, laporan menunjukkan adanya satu titik terdampak angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang hingga menimpa pagar makam. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menambah daftar kerusakan akibat cuaca ekstrem yang melanda Sleman.
Haris menegaskan bahwa tim gabungan terus bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Tim Reaksi Cepat BPBD bersama warga dan relawan melakukan asesmen kerusakan serta membersihkan pohon-pohon tumbang yang mengganggu akses.
“Petugas masih melakukan penanganan dan penyisiran di sejumlah lokasi. Kami juga mengimbau masyarakat segera melaporkan jika ada dampak lain yang belum terdata agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Puting beliung di Sleman kembali mengingatkan masyarakat akan potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Warga sebaiknya meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras beserta angin kencang, guna meminimalkan risiko dan dampak yang lebih besar.(ef linangkung)












