Opini  

Bukan Hanya Cukup Gerak, Pola Makanan dan Diet Seimbang Penting untuk Melawan Obesitas

Dokter Asdi Yudiono di ruang kerjanya Klinik INTAN Yogyakarta. (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews)

bernasnews – Obesitas merupakan kondisi medis di mana terjadi penumpukan lemak tubuh berlebih yang dapat mengganggu kesehatan. Indeks Massa Tubuh (BMI) yang melebihi 30 kg/m^2 menjadi batasan umum seseorang dikategorikan obesitas.

Apa penyebab obesitas? Paling tidak ada lima hal yang mengakibatkan hal itu. Pertama, Asupan Kalori Berlebih: Mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalori; Kedua, Gaya Hidup Malas Bergerak: Kurangnya aktivitas fisik atau kebiasaan duduk lama; Ketiga, Genetika: Genetik meningkatkan risiko obesitas.

Selanjutnya keempat, Faktor Lingkungan: Kemudahan akses makanan cepat saji, kurangnya aktivitas fisik dan olahraga; Kelima, Faktor Psikologis: Menggunakan makan sebagai cara mengatasi stres atau emosi.

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang jarang mendapatkan perhatian. Padahal, obesitas dapat menjadi penyebab seseorang menderita Penyakit Tidak Menular(PTM) yang berbahaya, seperti penyakit jantung, hipertensi, kanker, diabetes hingga penyakit metabolik dan non metabolik lainnya.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan evaluasi terhadap pola makan dan pola hidup kita sehari-hari. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik, berat badan yang ideal dan meminimalisir potensi paparan penyakit akibat kelebihan berat badan atau obesitas.

POLA MAKAN PENYEBAB OBESITAS
Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh seseorang yang ingin terhindar dari obesitas, adalah menghindari pola makan berikut ini : Sering makan cemilan atau snack, Kurang makan sayur dan buah, 3 Makan dalam porsi besar atau berlebihan, Menghindari sarapan dan memperbanyak makanan saat siang atau malam hari, Makan secara terburu-buru, dan Mengkonsumsi makanan gorengan, berlemak dan manis dalam jumlah yang banyak.

Pola makan memegang peranan penting dalam menjaga tubuh seseorang, sehingga dengan menghindari pola makan penyebab obesitas di atas dan mengganti dengan pola makan yang sehat dan teratur, diharapkan dapat membuat tubuh lebih sehat dan terhindar dari obesitas.

DIAGNOSIS
Pengukuran BMI : Dengan membagi berat badan (dalam kg) dengan tinggi badan (dalam m) kuadrat; Pemeriksaan Fisik: Evaluasi tekanan darah, pemeriksaan jantung, dan lainnya; Tes Laboratorium: Meliputi pemeriksaan lipid, gula darah, dan fungsi organ.

PENGOBATAN
Perubahan Gaya Hidup: Diet seimbang dan olahraga rutin; Konseling dan Terapi: Terutama jika ada masalah emosional yang mendasari kebiasaan makan; Medikasi: Obat-obatan tertentu untuk menurunkan nafsu makan atau mengurangi penyerapan lemak; Prosedur Bedah: Seperti operasi bypass lambung atau pemasangan balon lambung.

PENCEGAHAN
Edukasi Gizi: Mengerti kebutuhan kalori dan nutrisi harian dapat konsultasi ke ahli gizi; Olahraga: Aktivitas fisik rutin setidaknya 30 menit sehari; Kontrol Stres: Melalui meditasi, yoga, atau teknik relaksasi lain; Hindari Makanan Cepat Saji: Mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori dan rendah nutrisi.

KOMPLIKASI
Penyakit Jantung: Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular; Diabetes Tipe 2: Obesitas berkontribusi pada resistensi insulin; Masalah Pernafasan: Seperti apnea tidur; Masalah Sendi: Beban berlebih menyebabkan osteoartritis. (mar/dr Asdi Yudiono, Pimpinan Klinik INTAN Yogyakarta)