News  

Bank Indonesia: Seleksi Calon Anggota IKRA Indonesia 2026

Suasana Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia Tahun 2026. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Bank Indonesia (BI) telah melaksnakan kegiatan “Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia Tahun 2026”. Seleksi tersebut diselenggarakan  di Hotel Marriott, Yogyakarta, pada Senin (27/4/2026)..

Kegiatan  seleksi tersebut diinisiasi dan diselenggarakan oleh Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (DEKS BI).  Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 pelaku usaha syariah sektor usaha halal food dan modest fashion dari seluruh wilayah Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPwBI DIY), Sri Darmadi Sudibyo mengemukakan, bahwa IKRA Indonesia merupakan salah satu program DEKS BI dalam pengembangan “Ekosistem Rantai Nilai Halal”. Program ini mendorong penguatan pelaku usaha syariah agar memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun global.

Menurut Sri Darmadi Sudibyo, Program ini dirancang secara end to end, mulai dari proses seleksi, pendampingan usaha, peningkatan kapasitas produk, hingga fasilitasi akses pasar dan business matching.  “IKRA Indonesia diproyeksikan untuk menjadi elemen penting dari rantai nilai produk halal nasional dan global yang mendukung Indonesia sebagai pusat industri halal dunia,” ungkapnya.

Peserta seleksi Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia Tahun 2026. (Foto: Istimewa)

Dikatakan Sudibyo, melalui tahapan wawancara one on one yang dilaksanakan, peserta terbaik akan memperoleh kesempatan mengikuti bootcamp dan pembinaan intensif sesuai karakter usahanya. Para anggota terpilih juga berpeluang mengikuti berbagai event strategis nasional seperti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST), serta Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC).

Lebih lanjut Sudibyo menyampaikan bahwa pelaku usaha syariah yang tergabung dalam IKRA diharapkan dapat meningkatkan produktivitas memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.  Berkaitan dengan hal tersebut, maka upaya kolaborasi antar stakeholder melalui linkage antar pelaku usaha dan meningkatkan nilai produk halalnya sehingga dapat mendukung penurunan Current Account Deficit (CAD) melalui substitusi impor dan peningkatan ekspor produk usaha syariah Indonesia.

Bank Indonesia berharap melalui program IKRA Indonesia lahir semakin banyak pelaku usaha syariah unggulan yang mampu naik kelas, memperkuat ekosistem halal nasional, serta membawa produk Indonesia semakin dikenal di pasar dunia.

Untuk diketahui, IKRA Indonesia adalah platform binaan BI yang diluncurkan pada 11 Desember 2018 guna memperkuat UMKM sektor fesyen muslim dan makanan/minuman halal. “IKRA berfokus pada pengembangan holistik, meliputi peningkatan kualitas produk, branding, pembiayaan, serta perluasan akses pasar domestik dan global,” imbuh Hermanto, Deputi Kepala Perwakilan BI DIY. (*/ ted)