News  

Tragis di Sungai Kalakan Sedayu: Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Aliran Sungai, Diduga Alami Epilepsi Kambuh

Tragedi di Sungai Kalakan/Foto: Polres Kulon Progo

bernasnews– Peristiwa memilukan terjadi di Dusun Jambon RT 30, Kalurahan Argosari, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Seorang perempuan lanjut usia  (lansia) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di atas batu di tengah aliran Sungai Kalakan.

Kasi Humas Polres Bantul, IPTU Rita Hidayanto, menyampaikan bahwa aparat kepolisian bersama unsur terkait telah melakukan penanganan di lokasi kejadian hingga proses evakuasi korban.

Kronologi Penemuan Lansia di Sungai Kalakan

Peristiwa bermula ketika dua saksi, Parjio (60) dan Sumono (55), sedang beraktivitas mandi di Sungai Kalakan. Keduanya tiba-tiba melihat sesosok tubuh manusia dalam posisi telungkup di atas batu yang menonjol di tengah aliran sungai.

Kedua saksi kemudian mendekat untuk memastikan kondisi tersebut. Setelah memastikan adanya seseorang yang tidak bergerak, mereka segera meminta bantuan warga sekitar. Warga bersama para saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat yang berwenang.

Petugas yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Petugas mengidentifikasi korban bernama Sumidah (76) asal Dusun Kalakan RT 002, Argorejo, Sedayu, Bantul. Setelah menerima laporan, tim SAR DIY bersama personel Polsek Sedayu, Unit Inafis Polres Bantul, serta unsur relawan melakukan proses evakuasi korban.

Petugas mengevakuasi korban dengan hati-hati mengingat posisi tubuh berada di tengah arus aliran sungai. Setelah evakuasi, petugas membawa korban ke lokasi aman untuk pemeriksaan awal.

Dugaan Penyebab Kematian Korban

Paramedis Puskesmas Sedayu 1, Vena Kuswandari, yang melakukan pemeriksaan awal menyampaikan bahwa korban diduga meninggal dunia secara mendadak. Petugas medis menemukan kondisi lidah tergigit, busa keluar dari hidung, serta adanya sedikit feses pada tubuh korban.

Petugas medis juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau jejas akibat penganiayaan. Selain itu, tubuh korban belum menunjukkan tanda kekakuan mayat, sehingga petugas menduga korban meninggal kurang dari enam jam sebelum penemuan.

Petugas medis juga mengaitkan kondisi tersebut dengan riwayat penyakit korban yang mungkin mengalami epilepsi kambuhan.

Tim Inafis Polres Bantul yang dipimpin oleh Brigpol Afrida Jonatan melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban. Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi penganiayaan.

Tim Inafis memastikan identitas korban dan langsung menyerahkan proses lebih lanjut kepada pihak keluarga setelah proses identifikasi selesai.

Pihak keluarga korban menyampaikan bahwa almarhumah telah lama menderita penyakit epilepsi yang bersifat kambuhan. Keluarga menjelaskan bahwa kondisi tersebut terkadang membaik, tapi sewaktu-waktu dapat kembali kambuh tanpa tanda yang pasti.

Keluarga korban juga menyatakan menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan menegaskan tidak akan melakukan tuntutan maupun mempermasalahkan peristiwa ini di kemudian hari.

Kasi Humas Polres Bantul, IPTU Rita Hidayanto, menegaskan bahwa pihak kepolisian telah menangani kejadian ini sesuai prosedur. Ia juga menyampaikan bahwa hasil sementara tidak menemukan unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut.

Dengan adanya kesimpulan awal dari tim medis dan Inafis, peristiwa ini sementara diduga kuat berkaitan dengan kondisi kesehatan korban yang mengalami epilepsi kambuhan. (ef linangkung)