bernasnews — Seorang bocah berusia 9 tahun yang dilaporkan tenggelam di Muara Sungai Serang, wilayah Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu, 8 Maret 2206 malam.
Korban bernama Bekti Nurada, warga Keboan RT 01 RW 01, Karangwuni, Wates, Kulon Progo. Tim SAR Gabungan menemukan korban setelah melakukan pencarian sejak Minggu sore di sekitar lokasi kejadian.
Jenazah korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik lokasi kejadian perkara (LKP) di kawasan muara Sungai Serang.
Penemuan Sepeda Memicu Pencarian
Peristiwa ini bermula dari penemuan sebuah sepeda yang terparkir di sekitar muara Sungai Serang. Sepeda tersebut menarik perhatian warga karena tidak terlihat pemiliknya di sekitar lokasi.
Warga kemudian berupaya mencari informasi mengenai pemilik sepeda tersebut.
Dari penelusuran yang dilakukan, warga mengetahui bahwa sepeda tersebut milik seorang anak dari wilayah Karangwuni.
Warga kemudian mencari teman-teman yang biasa bermain bersama pemilik sepeda tersebut.
Sekitar pukul 16.00 WIB, salah satu anak akhirnya menyampaikan bahwa temannya, Bekti Nurada, diduga tenggelam di Muara Sungai Serang.
Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat setempat.
Petugas Bhabinkamtibmas bersama personel Polairud segera mendatangi lokasi kejadian bersama saksi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Saksi kemudian menunjukkan titik lokasi tempat korban diduga tenggelam.
Tim SAR Lakukan Operasi Pencarian
Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan langsung melakukan operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Tim membagi operasi pencarian ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan perahu Landing Craft Rubber (LCR) hingga radius sekitar 500 meter ke arah utara dari lokasi kejadian.
SRU 2 melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian perkara untuk mencari kemungkinan korban berada di dasar perairan.
Sementara itu, SRU 3 melakukan pemantauan darat di kawasan sekitar muara Sungai Serang.
Tim SAR melakukan pencarian sejak sore hingga menjelang malam hari.
Cuaca cerah saat operasi berlangsung membantu proses pencarian di kawasan muara yang memiliki arus cukup kuat.
Namun hingga pukul 17.00 WIB, korban belum ditemukan.
Korban Ditemukan pada Malam Hari
Korban akhirnya ditemukan pada Minggu malam setelah muncul ke permukaan air di sekitar lokasi kejadian.
Humas Basarnas DIY Pipit Eryanto menyampaikan bahwa korban ditemukan pada pukul 21.52 WIB.
“Korban ditemukan pukul 21.52 WIB. Korban muncul ke permukaan dan langsung dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan,” kata Pipit.
Tim menemukan korban dengan jarak sekitar 200 meter ke arah barat dari lokasi kejadian perkara.
Setelah ditemukan, tim SAR segera mengevakuasi korban menuju daratan.
Jenazah Dibawa ke Rumah Duka
Setibanya di darat, petugas langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap tubuh korban.
Tim Inafis juga melakukan pemeriksaan untuk memastikan identitas dan kondisi korban.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga.
Tim kemudian membawa jenazah menuju rumah duka di Karangwuni, Wates, Kulon Progo.
Peristiwa ini meninggalkan duka bagi keluarga korban serta warga di sekitar lokasi kejadian.
Operasi SAR Berjalan Lancar
Tim SAR Gabungan menyatakan bahwa proses pencarian hingga evakuasi korban berlangsung dalam kondisi aman dan lancar.
Operasi pencarian dilakukan secara terpadu oleh berbagai unsur SAR di bawah koordinasi posko operasi.
Meskipun operasi pencarian berakhir dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, tim memastikan seluruh prosedur pencarian telah dilakukan secara maksimal.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak yang bermain di kawasan perairan seperti muara sungai yang memiliki arus tidak menentu. (Eln)












