bernasnews – Upacara bendera yang dilaksanakan pada Senin, 27 April 2026 di lingkungan sekolah menjadi momen penting untuk menanamkan nilai kedisiplinan, nasionalisme, serta pembentukan karakter siswa.
Melalui amanat pembina upacara, siswa diajak memahami pentingnya memiliki cita-cita serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga siswa, dengan tujuan membangun semangat belajar dan kesadaran hidup bersih sejak dini.
Amanat Upacara Tema Cita-cita: Menanamkan Semangat dan Tujuan Hidup
Salah satu contoh amanat pembina upacara yang dapat disampaikan pada hari Senin mengangkat tema “Meraih Cita-cita”. Tema ini relevan untuk memotivasi siswa agar memiliki tujuan hidup yang jelas dan semangat dalam belajar.
Berikut contoh naskah amanatnya:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf,
Yang Saya Hormati Bapak/Ibu Guru dan yang saya sayangi siswa/siswi yang berbahagia.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang berjudul “Meraih Cita-cita”. Cita-cita adalah impian, keinginan, rencana atau harapan yang ingin diraih atau diwujudkan oleh seseorang. Setiap orang punya cita-cita.
Ada yang cita-citanya kuat, ada pula yang tidak. Semakin kuat keinginannya, semakin terbuka jalan untuk meraih atau mewujudkannya. Ada seribu satu jalan bagi yang mau bersungguh-sungguh, tetapi ada seribu satu alasan bagi yang tidak mau. Di mana ada kemauan di sana pula ada jalan. Where there is a will there is a way.
Oleh karena itu bercita-citalah setinggi langit. Apabila tidak bisa setinggi langit, maka cukup setinggi burung di langit. Apabila tidak bisa, maka cukup setinggi pohon kelapa. Apabila tidak bisa juga, maka cukup setinggi pohon mangga.
Seseorang yang sehat jasmani dan rohani bercita-cita ingin menjadi TNI/Polri. Bila tidak kesampaian, ia bisa menjadi satpam. Seseorang yang pintar, bercita-cita ingin menjadi dosen. Bila tidak kesampaian maka ia bisa menjadi guru. Seseorang yang suka menolong, bercita-cita menjadi dokter, bila tidak kesampaian, maka ia bisa menjadi bidan atau perawat.
Cita-cita diraih dengan proses belajar. Tidak ada seorang pun yang lahir langsung pintar. Seorang bayi, belajar berjalan, lalu belajar berbicara, lalu sekolah dan menjadi pintar. Oleh karena itu, tidak ada seorang bayi yang langsung jadi tentara dan punya pistol. Tapi bayi tersebut harus melalui proses belajar hingga dewasa dan jadi tentara.
Belajar dengan sungguh-sungguh di sekolah atau madrasah adalah jalan terbaik untuk menggapai cita-cita. Orang yang bersekolah lebih mudah meraih cita-cita dibandingkan dengan yang tidak bersekolah.
Semakin tinggi sekolahnya, semakin dekat dengan cita-citanya. Orang yang memiliki cita-cita, hidupnya lebih bersemangat dan lebih sehat dibandingkan dengan orang yang tidak punya cita-cita.
Penyakit akan lebih suka mendekati orang yang tidak punya cita-cita. Semua yang dimiliki bisa hilang. Tapi harapan dan cita-cita harus ada selama hayat dikandung badan. Mari gantungkan cita-cita setinggi langit.
Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini. Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Upacara Tema Kebersihan Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar Nyaman
Selain tema cita-cita, pembina upacara juga dapat menyampaikan pesan penting mengenai kebersihan sekolah. Topik ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif siswa untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.
Berikut contoh naskah amanatnya:
Assalamualaikum wr. wb.
Yang saya hormati Bapak/Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru dan yang saya sayangi siswa/siswi yang berbahagia pada pagi hari ini.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kita kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan banyak nikmatnya yang tak terhitung banyaknya sehingga kita dapat berkumpul pada upacara bendera ini dengan keadaan sehat semuanya.
Yang kedua, mari kita sanjungkan shalawat dan salam kepada uswatun khasanah kita, yakni Nabi Muhammad SAW yang mana telah membawa kita dari zaman yang gelap gulita menuju zaman yang terang benderang. Mudah-mudahan kita semua mendapatkan syafaat dari beliau pada yaumil akhir kelak Aamiin…
Dalam kesempatan kali ini, ijinkan saya menyampaikan sebuah amanat dengan tema “Kebersihan Sekolah”. Kita semua tahu, sekolah merupakan tempat belajar-mengajar yang dilakukan sejak pagi hingga siang hari.
Di sekolah inilah siswa dan siswi dibimbing agar menjadi anak yang pandai, memiliki akhlak, sopan santun sehingga menjadi anak yang berguna untuk keluarga, masyarakat serta bangsa dan negara.
Untuk menumbuhkan rasa nyaman dalam proses belajar-mengajar sehari-harinya itu, maka kita semua harus bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan di sekolah. Saya yakin, kebersihan akan membuat kita semua lebih nyaman dalam melaksanakan maupun mengikuti proses belajar mengajar. Selain akan lebih fokus, tentu kita semua akan terhindar dari penyakit-penyakit bersumber dari kotoran.
Dalam menjaga kebersihan sekolah yang efektif, tidak hanya petugas piket saja yang harus bekerja dan bertanggung jawab. Namun, semuanya harus saling menjaga.
Dari hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak mencoret-coret meja, kursi, dinding dll. Kemudian, kebersihan dalam toilet ketika buang air kecil dan besar. Sebaiknya disiram baik sebelum buang air maupun sesudah, agar tidak menimbulkan bau yang akan mengganggu warga sekolah yang lain.
Mungkin itulah amanat pembina upacara tentang kebersihan sekolah yang bisa saya sampaikan. Sementara akan kita coba dulu untuk terapkan bersama-sama. Namun, jika program ini tidak bisa berjalan, maka akan kami adakan peraturan-peraturan terkait kebersihan sekolah. Yang mana jika ada yang melanggar, tentu akan ada hukumannya.
Sebelum peraturan itu dibuat, saya mohon kerjasamannya agar saling menjaga kebersihan sekolah demi kenyamanan bersama tanpa adanya aturan yang ketat.
Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini yang dapat saya sampaikan.
Wassalamualaikum wr. wb.
Amanat pembina upacara tidak sekadar formalitas, tetapi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa. Melalui pesan yang disampaikan, siswa diarahkan untuk memiliki tujuan hidup, disiplin dalam belajar, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Kombinasi tema cita-cita dan kebersihan menjadi langkah konkret dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. Dengan demikian, upacara bendera setiap hari Senin tetap relevan sebagai sarana pendidikan karakter di sekolah. (anp)












