bernasnews — Warga Rt. 05 RW. 021, Padukuhan Perengkembang dihebohkan dengan ditemukan orang gantung diri di pohon asem, yang berada di pekarangan milik Suhadi, mantan Kepala Dukuh Perengkembang, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Kamis (23/4/2026)
Kejadian bermula saat Suhadi (63 tahun) bersama istrinya, pada pukul 14:00 WIB bermaksud akan membersihkan pekarangan di dekat rumahnya karena sudah lama tidak dibersihkan.Namun sebelum dilaksanakan niat untuk bersih-bersih, Istri Suhadi melihat ada yang sosok orang menggantung di pohon asem di pekarangan miliknya.
Sontak istri Suhadi berteriak – teriak keras memanggil suaminya (suhadi) sambil lari sehingga teriakannya langsung juga terdengar oleh warga sekitarnya. Mereka datang berbondong-bondong untuk datang menyaksikannya.
“Setelah kita lihat dengan seksama itu betul orang yang nggantung tersebut, namanya Boiman (48 tahun) yang biasa dipanggil Kempul alias Poleng, yang rumahnya dekat dengan rumah saya,” terang Suhadi, kepada bernasnews, di tengah-tengah evakuasi korban.
Menurut Suhadi, almarhum Boiman memang akhir – akhir ini kelihatan seperti orang yang lagi bingung tapi tidak pernah bercerita ada apa maupun dengan warga. Memang beberapa waktu sempat ada masalah dengan istrinya, bernama Ponijah (48 tahun).
“Tapi Ponijah sudah kembali dan kumpul lagi dengan suaminya (Boiman),” ungkapnya.
Terlihat tempat kejadian peristiwa (TKP) di sebuah dahan pohon asam yang cukup tinggi, korban dievakuasi oleh Tim TRC Kapanewon Gamping dibantu beberapa warga setempat. Juga aparat dari Koramil Gamping, Polsek Gamping, Puskesmas dan beberapa pamong kalurahan Balecatur.
Korban Boiman mempunyai anak satu orang dan dua orang cucu, yang tinggal di kawasan Godean, Sleman. Menurut visum dari tanda-tanda ditempat, almarhum meninggal murni bunuh diri tidak ada unsur kriminal, namun penyebab nekat gantung diri belum diketahui penyebabnya secara pasti. (nun)












