News  

Tata Kelola Pemanfaatan Air Hujan Sebagai Pilihan Air Minum Sehat dan Gratis

bernasnews – Ketika air minum atau air bersih layak konsumsi disebut air tawar yang terdiri dari dari air es, air permukaan, air tanah dan uap air. Keberadaan air tawar sangat sedikit. Hanya 3 persen dari jumlah air seluruh dunia. 97 persen merupakan air asin yang menempati seluruh lautan. Keberadaan air tawar semakin berkurang disebabkan berbagai kondisi. Baik oleh karena bencana alam tanah longsor, banjir , penebangan liar hutan, berkurangnya resapan air ataupun pencemaran air.

Kondisi tersebut memperparah kenyataan akan terbatasnya air tawar serta penyebaran air tawar tidak merata di beberapa wilayah.

“Upaya yang bisa dilakukan untuk menanggulangi pencemaran air diantara dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, kurangi penggunaan bahan kimia untuk pembersih lantai dan pewangi loundry juga bahan kimia lainnya dalam kehidupan sehari-hari.” Papar Muhamad Kundarto,SP, MP dosen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta hari Sabtu 18 April 2026 pada acara Lokakarya Bijak Kelola Air Hujan di Sarasvita FCJ Center jl. Affandi, CCXIl/12A Soropadan, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta.

Lebih lanjut Muhamad Kundarto yang juga merupakan trainer, penulis bidang pertanian Proklim serta lingkungan. Juga Tim Teknis Proklim Kementrian Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa keterbatasan air tawar terutama air tanah dapat diatasi dengan memanfaatkan air hujan yang selama ini hanya terbuang ke sungai dan akhirnya ke laut.

” Kelebihan air hujan di Indonesia adalah ketersediaan melimpah alami dan murah dikarenakan curah hujan tinggi. Air hujan relatif lebih bersih dalam kondisi alami tidak tercemar polutan.” Tutur Kundarto.

Ketua Bank Sampah Kalurahan Catur Tunggal Emanuel Sigit Kuncoro menjelaskan tubuh manusia 70 persen terbentuk dari air. Kualitas tubuh manusia dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas air yang terakumulasi di dalam tubuh manusia.
Air dalam sel tubuh berfungsi sebagai Membawa nutrisi ke dalam sel. Mengangkut sisa sampah atau polutan keluar dari sel. Membawa oksigen ke dalam sel.

“Air hujan baik untuk menjadi pilihan air konsumsi. Tetapi akan lebih baik bila terionisasi.” jelas Sigit.

Ionisasi atau penyetruman air hujan bertujuan agar untuk memecah molekul air agar menjadi ion yang ukurannya lebih kecil sehingga lebih mudah masuk kedalam sel. Dengan penyetruman lebih sekitar 4 jam air akan akan berubah menjadi asam dan basa .
“Yang layak minum adalah air yang bersifat basa pH diatas 7. Semakin tinggi PH akan semakin baik kualitas airnya.” Tambah Sigit.

Air hujan dari atap rumah turun melalui talang dapat dimasukkan kedalam filter instalasi pemanen air hujan untuk diendapkan dan dipergunakan untuk keperluan masak dan minum. Pembuatan instalasi pemanen air hujan bisa disesuaikan dengan jumlah pengguna dan budget yang ada. Bisa dibuat sederhana atau lebih sempurna. “Yang utama adalah niatan untuk memanfaatkan air hujan. Untuk kehidupan lebih baik.”

(Kusnadi KIM Berbah/nun)