bernasnews— Seorang lansia berinisial WG di wilayah Semampir, Panjangrejo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul menjadi korban penipuan oleh orang tak dikenal pada Kamis pagi (16/04/2026).
Pelaku menjalankan aksinya dengan modus klasik, yakni berpura-pura menanyakan alamat. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.28 WIB dan terekam jelas dalam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat mengendarai sepeda motor matik berwarna gelap. Ia mengenakan helm dan jaket tertutup untuk menyamarkan identitasnya, sehingga menyulitkan proses pengenalan wajah.
Kapolsek Pundong, AKP Rumpoko, menjelaskan bahwa pelaku memulai aksinya dengan mendatangi rumah korban secara langsung. Ia kemudian membuka percakapan ringan dengan berpura-pura menanyakan alamat seseorang.
“Pelaku menggunakan pendekatan yang terlihat biasa agar korban tidak merasa curiga. Setelah korban mulai merespons, pelaku langsung memanfaatkan situasi untuk melancarkan aksinya,” ujar AKP Rumpoko.
Situasi kemudian berubah ketika pelaku mulai mempengaruhi korban. Berdasarkan keterangan saksi yang juga merupakan tetangga korban, lansia tersebut tampak kehilangan kesadaran penuh dan berada dalam kondisi mudah dipengaruhi.
Dalam kondisi tersebut, korban secara sukarela menyerahkan barang-barang berharganya tanpa adanya perlawanan. Setelah berhasil mendapatkan keinginannya, pelaku langsung meninggalkan lokasi dengan memacu sepeda motornya.
Warga sekitar baru menyadari adanya tindak kejahatan setelah korban tersadar dan menceritakan apa yang baru saja terjadi. Peristiwa ini pun segera mereka laporkan kepada pihak kepolisian.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian berupa uang tunai sebesar Rp4.000.000 dan satu buku tabungan Program Keluarga Harapan (PKH), yang merupakan dokumen penting bagi korban.
Saat ini, Unit Reskrim Polsek Pundong terus melakukan penyelidikan intensif. Petugas mengumpulkan dan menganalisis rekaman CCTV dari lokasi kejadian maupun area sekitar untuk mengidentifikasi pelaku.
“Kami akan berupaya maksimal mengungkap identitas pelaku dan melakukan pengejaran. Bukti rekaman CCTV menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses penyelidikan,” tegas AKP Rumpoko.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap orang baru. Modus penipuan dengan pendekatan personal seperti ini kerap menyasar kelompok rentan, termasuk lansia.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada orang asing, apalagi yang meminta atau menawarkan sesuatu secara mencurigakan. Jangan ragu untuk meminta bantuan tetangga atau keluarga jika menemui situasi yang tidak biasa,” tambahnya.
Penipuan lansia di Pundong ini menjadi pengingat bahwa kejahatan dapat terjadi kapan saja dan dengan berbagai cara. Kewaspadaan dan kehati-hatian menjadi kunci utama untuk mencegah diri dari menjadi korban berikutnya. (ef linangkung)












