News  

Ancaman Godzilla El Nino 2026 Menghantui, Zulhas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman hingga 2027

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan/Foto: Istimewa

bernasnews– Di tengah bayang-bayang fenomena iklim ekstrem Godzilla El Nino, pemerintah bergerak cepat meredam kekhawatiran publik. Prediksi kemunculan El Nino ekstrem pada 2026 memicu alarm terhadap potensi krisis pangan nasional.

Namun, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, justru menyampaikan optimisme yang tegas. Indonesia siap menghadapi ancaman tersebut.

Stok Pangan Nasional

Pernyataan itu tidak muncul usai kunjungannya di SMAN 1 Depok, Sleman, Kamis (16/4/2026). Dalam suasana yang dinamis dan penuh interaksi, Zulhas menegaskan bahwa kondisi stok pangan nasional saat ini berada dalam posisi aman, bahkan berlebih.

“Alhamdulillah, ya beras kita cukup, ayam, telur, ikan cukup. Jadi, pangan sampai akhir tahun aman, bahkan berlebih,” ujarnya mantap di hadapan wartawan.

Optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Zulhas mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengantisipasi dampak El Nino jauh sebelum fenomena itu mencapai puncaknya.

Ia memahami betul bahwa El Nino identik dengan musim kering panjang, kondisi yang berpotensi menekan produksi pertanian, mengganggu siklus tanam, hingga mengancam pasokan pangan. Namun, pemerintah memilih untuk tidak menunggu krisis datang.

Dengan strategi penguatan cadangan pangan nasional, Indonesia kini memiliki stok beras mencapai 4,7 juta ton. Angka tersebut menjadi bantalan kuat untuk menghadapi tekanan produksi akibat kekeringan.

“El Nino ini kan kering, kering saja. Stok kita sudah 4,7 juta ton, insyaallah sampai akhir 2027 stok beras kita aman,” tegas Zulhas.

Langkah antisipatif ini tidak berdiri sendiri. Di balik angka-angka tersebut, terdapat kerja panjang yang melibatkan berbagai sektor, dari pertanian, distribusi, hingga penguatan infrastruktur pangan. Zulhas bahkan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan tersebut berjalan optimal.

Ia memeriksa sistem irigasi, memastikan distribusi pupuk berjalan lancar, hingga mengecek ketersediaan gabah di tingkat petani. Baginya, ketahanan pangan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan hasil dari kerja nyata di lapangan.

“Saya ngecek sekarang irigasi, pupuk, gabah. Karena ini pangan sangat penting apalagi di tengah geopolitik seperti ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi satu hal penting: ancaman terhadap pangan tidak hanya datang dari alam, tetapi juga dari dinamika global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, misalnya, berpotensi mengganggu rantai pasok internasional dan memicu fluktuasi harga komoditas.

Program Strategis

Dalam konteks itulah, berbagai program strategis terus digenjot. Zulhas menyebutkan bahwa pemerintah tengah mempercepat pembentukan dan penguatan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, termasuk proses perekrutan manajer yang kompeten.

Selain itu, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih juga menjadi fokus untuk memastikan sektor perikanan tetap produktif. Semua langkah tersebut bermuara pada satu tujuan besar: swasembada pangan.

Zulhas menegaskan bahwa tidak boleh ada celah dalam ketersediaan pangan pokok. Beras, ayam, ikan, dan telur harus selalu tersedia dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Karena itu untuk mempercepat kita swasembada pangan, beras enggak boleh kurang, ayam enggak boleh kurang, ikan enggak boleh kurang, ya telur enggak boleh kurang, harus cukup,” pungkasnya.

Di tengah ancaman Godzilla El Nino yang kian mendekat, pernyataan tersebut menjadi penegasan sekaligus pesan kuat. Indonesia tidak tinggal diam. Pemerintah memilih bersiap, bergerak, dan memastikan stok pangan nasional aman, apa pun tantangan yang datang. (ef linangkung)