bernasnews.com – Rapat koordinasi pengurus DPD Pergizi Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar pada Sabtu, 11 April 2026, di Kampus 2 STIKes Panti Rapih Yogyakarta menjadi momentum strategis untuk memperkuat sistem keamanan pangan pada dapur SPPG. Pertemuan ini melibatkan dosen dan akademisi bidang gizi serta pangan dari berbagai perguruan tinggi di DIY, dengan tujuan merumuskan langkah konkret dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya dalam penyediaan makanan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.
Kolaborasi Akademisi untuk Penguatan Sistem Pangan
Forum koordinasi ini mempertemukan beragam perspektif keilmuan dan pengalaman praktis dalam satu ruang diskusi kolaboratif. Para peserta sepakat bahwa dapur SPPG memiliki peran vital karena menjadi garda depan dalam penyediaan makanan bagi masyarakat. Oleh karena itu, aspek kualitas dan keamanan pangan dinilai tidak bisa ditawar.
Ketua DPD Pergizi Pangan DIY, Bapak Dr. Agus Wijanarka, S.Si.T., M.Kes, bersama Pembina DPD Pergizi Pangan DIY, Ibu R. Dwi Budiningsari, SP., M.Kes., Ph.D, memberikan dukungan penuh terhadap arah kebijakan yang dihasilkan dalam rapat tersebut. Keduanya menekankan bahwa organisasi berbasis kepakaran harus mampu menjawab tantangan nyata di sektor gizi dan pangan.
Mereka juga mendorong agar hasil pertemuan tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi diwujudkan dalam program yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Pelatihan Komprehensif untuk SDM Dapur SPPG
Sebagai tindak lanjut, DPD Pergizi Pangan DIY merancang program pelatihan komprehensif yang menyasar pengawas gizi serta seluruh tenaga kerja di dapur SPPG. Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu menjawab tantangan di lapangan.
Pelatihan tidak hanya berisi materi teoritis, tetapi juga menitikberatkan pada praktik langsung. Pendekatan ini dipilih agar peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara efektif dalam aktivitas sehari-hari di dapur SPPG.
Penerapan HACCP untuk Standar Keamanan Pangan
Salah satu pendekatan utama dalam pelatihan adalah penerapan metode Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), yang merupakan standar internasional dalam sistem keamanan pangan.
Melalui pendekatan ini, peserta akan dilatih untuk mengidentifikasi potensi bahaya di setiap tahapan produksi makanan. Selain itu, mereka juga akan dibekali kemampuan untuk mengendalikan risiko yang mungkin muncul selama proses pengolahan.
Penerapan HACCP diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan, sehingga dapur SPPG dapat menghasilkan produk yang aman dan layak konsumsi.
Penyusunan Menu Sehat, Seimbang, dan Efisien
Program pelatihan juga mencakup peningkatan keterampilan dalam menyusun menu yang sehat dan bergizi seimbang. Aspek pemenuhan kebutuhan gizi konsumen menjadi perhatian utama dalam setiap perencanaan menu.
Di sisi lain, efisiensi biaya produksi juga menjadi pertimbangan penting. Peserta akan didorong untuk memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai solusi untuk menjaga kualitas sekaligus menekan biaya.
Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan menu yang tidak hanya sehat, tetapi juga ekonomis dan berkelanjutan.
Penguatan Produksi Pangan Halal
Selain aspek gizi dan keamanan, pelatihan ini juga menekankan pentingnya jaminan kehalalan dalam produksi pangan. Hal ini dinilai krusial mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap produk makanan yang halal.
Peserta akan mendapatkan pemahaman menyeluruh terkait prinsip-prinsip halal, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi makanan. Dengan demikian, dapur SPPG diharapkan mampu memenuhi standar halal yang berlaku.
Dorongan Sertifikasi Halal dan SLHS
Program ini juga mendorong setiap dapur SPPG untuk memiliki sertifikasi halal sebagai bentuk jaminan mutu. Sertifikasi tersebut dinilai penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.
Selain itu, penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) turut menjadi fokus utama. Standar ini menjadi indikator penting dalam memastikan proses pengolahan makanan telah memenuhi ketentuan higiene dan sanitasi.
Peserta akan dibekali pengetahuan mengenai persyaratan serta mekanisme pengajuan sertifikasi, termasuk rencana pendampingan dalam implementasinya di lapangan.
Komitmen Tingkatkan Kesehatan Masyarakat
Melalui integrasi pelatihan, pendampingan, serta dorongan kepemilikan berbagai sertifikasi seperti HACCP, halal, dan SLHS, DPD Pergizi Pangan DIY menegaskan komitmennya dalam menciptakan dapur SPPG yang profesional dan berkualitas.
Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan standar pengelolaan pangan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.***












