bernasnews– Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, lampu penerangan jalan umum (PJU) di Gunungkidul justru tak mendukung.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kini berpacu dengan waktu untuk menjaga keselamatan pengguna jalan di tengah keterbatasan anggaran yang semakin terasa.
Perbaikan Penerangan Jalan di Gunungkidul
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gunungkidul terus menggenjot upaya perbaikan infrastruktur PJU yang kian menua.
Pemerintah daerah mengandalkan pemeliharaan dan perbaikan sebagai strategi utama untuk menjaga fungsi penerangan tetap optimal, meskipun kebutuhan pengadaan baru semakin mendesak.
Kepala Seksi Penerangan Jalan Umum Bidang PJU dan Perparkiran, Agus Supriyono, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah saat ini mengelola sebanyak 2.627 unit PJU yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
Ribuan lampu tersebut menjadi tulang punggung penerangan jalan, terutama di jalur-jalur dengan mobilitas tinggi.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan tantangan serius. Sekitar 300 unit PJU tercatat mengalami penurunan fungsi akibat usia ekonomis yang telah terlampaui.
Lampu-lampu tersebut tidak lagi mampu memberikan pencahayaan maksimal, bahkan sebagian mengalami gangguan jaringan listrik.
“Kami memfokuskan perbaikan pada lampu PJU yang mengalami penurunan kualitas pencahayaan akibat usia pakai maupun gangguan jaringan,” ujar Agus.
Setiap hari, petugas Dishub bergerak cepat menyisir berbagai titik yang membutuhkan perbaikan.
Mereka mengganti armatur yang sudah redup, memperbaiki jaringan listrik yang terganggu, hingga memastikan lampu kembali menyala dengan optimal. Dalam sehari, rata-rata 9 hingga 10 unit PJU berhasil diperbaiki.
Perbaikan tersebut menyasar kawasan strategis dengan intensitas lalu lintas tinggi. Wilayah Kota Wonosari menjadi prioritas utama, lalu kawasan perbatasan dan titik-titik rawan kecelakaan.
Pemerintah berupaya menjaga agar ruas-ruas vital tetap terang demi menekan risiko kecelakaan di malam hari.
Hambatan Sumber Daya
Meski begitu, keterbatasan sumber daya tetap menjadi hambatan. Saat ini, Pemkab Gunungkidul hanya memiliki stok 63 unit armatur yang siap untuk perbaikan.
Jumlah tersebut harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan di berbagai titik prioritas, sehingga penanganan tidak bisa dilakukan secara serentak.
Di sisi lain, harapan masyarakat terhadap penambahan PJU baru masih jauh dari kenyataan.
Pemerintah memang merencanakan pengadaan PJU melalui APBD 2026, namun jumlahnya sangat minim. Hanya lima unit PJU baru yang dianggarkan dan hingga kini realisasinya pun belum berjalan.
Kondisi ini memperlihatkan kontras antara kebutuhan lapangan dan kemampuan anggaran daerah. Di satu sisi, ratusan lampu membutuhkan peremajaan. Di sisi lain, penambahan unit baru berjalan sangat terbatas.
Dishub Gunungkidul menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan perbaikan secara bertahap.
Pemerintah berkomitmen menjaga seluruh PJU tetap berfungsi optimal demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Namun, di balik komitmen tersebut, tantangan besar masih membayangi. Selama anggaran belum mampu mengimbangi kebutuhan, perbaikan akan selalu berpacu dengan kerusakan yang terus bertambah. (ef linangkung)












