bernasnews– Gunungkidul kembali menunjukkan kebangkitan pariwisata yang semakin kuat pada awal tahun 2026. Hingga 7 April 2026, sektor ini mencatat capaian signifikan melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pariwisata yang telah menembus angka Rp17.515.360.980.
Dari total target Rp36.064.663.400, capaian tersebut setara dengan 48,58 persen—sebuah sinyal optimisme yang menguatkan arah pertumbuhan sektor wisata sepanjang tahun ini.
Capaian ini tidak datang secara tiba-tiba. Pemerintah daerah bersama masyarakat terus menggerakkan roda pariwisata secara kolektif.
Peran Pokdarwis Gunungkidul
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono, menegaskan bahwa peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan desa wisata menjadi faktor kunci dalam mendorong kemajuan tersebut.
Sebanyak 62 pengelola Pokdarwis dan desa wisata di seluruh wilayah Gunungkidul aktif memperkuat jejaring sekaligus menjaga semangat kolaborasi.
Mereka tidak hanya mengelola destinasi, tetapi juga membangun pengalaman wisata yang autentik dan berkelanjutan. Kehadiran mereka menjadi energi utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan sektor pariwisata daerah.
Hary Sukmono menekankan bahwa pengelola Pokdarwis dan desa wisata merupakan fondasi awal kebangkitan pariwisata Gunungkidul.
Ia menyatakan bahwa capaian PAD hingga April 2026 yang sudah menyentuh 48,58 persen dari target menjadi bukti nyata hasil kerja bersama yang terstruktur dan konsisten.
“Pengelola Pokdarwis dan desa wisata menjadi fondasi penting. Capaian ini merupakan bukti kerja bersama yang nyata,” tegasnya.
Di lapangan, geliat kebangkitan itu terasa semakin hidup. Destinasi unggulan di Gunungkidul kembali ramai oleh kunjungan wisatawan. Pantai-pantai yang sebelumnya sepi kini penuh aktivitas wisata, mulai dari wisata keluarga hingga petualangan bahari.
Goa-goa eksotis yang tersebar di kawasan karst Gunungkidul kembali menarik minat para penjelajah, sementara perbukitan menghadirkan panorama matahari terbit dan terbenam yang memukau.
Setiap sudut destinasi bergerak dalam satu irama yang sama: menghidupkan ekonomi lokal. Pelaku usaha kecil, pedagang, hingga penyedia jasa wisata merasakan dampak langsung dari meningkatnya kunjungan wisatawan.
Perputaran ekonomi pun semakin cepat, membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Momentum positif ini sekaligus menjadi pijakan kuat bagi Gunungkidul untuk menatap sisa tahun 2026 dengan penuh keyakinan.
Dengan sinergi antara pemerintah, Pokdarwis, dan masyarakat, sektor pariwisata tidak hanya menjadi sumber pendapatan daerah, tetapi juga menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan.
Data, kerja nyata, dan semangat kolektif telah menjelma menjadi kekuatan yang mendorong daerah ini melaju lebih cepat menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. (ef linangkung)












