News  

Cek Ombak Pilkada Gunungkidul, PKB Mantap Bidik Kursi Bupati dengan Kader Murni

Muspimcab PKB Gunungkidul di Wonosari yang dihadiri pengurus DPC dan PAC. (Ist)

bernasnews – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gunungkidul menetapkan langkah strategis dengan memastikan akan mengusung kader murni dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya partai untuk membangun kemandirian politik di tingkat daerah.

Kebijakan tersebut dirumuskan dalam forum Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) yang berlangsung di BMT BDI Gunungkidul.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPC, Fraksi PKB DPRD Gunungkidul, pengurus anak cabang (PAC), hingga organisasi badan otonom partai.

Ketua DPC PKB Gunungkidul, Sutiyo, menyatakan bahwa Muspimcab berfungsi sebagai instrumen koordinasi untuk menentukan arah kebijakan politik partai ke depan.

“Muspimcab menjadi ajang memperkuat barisan dan merumuskan langkah strategis agar PKB semakin hadir di tengah masyarakat,” ujar Sutiyo di Wonosari, Rabu, 1 April 2026.

Target Peningkatan Kursi Legislatif

Selain fokus pada Pilkada, PKB Gunungkidul juga menetapkan target perolehan kursi yang lebih tinggi pada pemilihan legislatif periode mendatang. Partai menargetkan kenaikan jumlah kursi di DPRD Kabupaten Gunungkidul dari enam kursi hasil Pemilu 2024 menjadi delapan kursi.

Pada tingkat provinsi, PKB juga mematok target peningkatan keterwakilan dari satu kursi menjadi dua kursi di DPRD DIY. Penambahan target ini disebut sebagai langkah progresif untuk memperkuat posisi partai dalam peta politik lokal maupun regional.

Strategi mengusung kader internal ini menandai pergeseran pola koalisi partai. PKB Gunungkidul memilih untuk mengoptimalkan potensi kader sendiri guna mengurangi ketergantungan pada figur di luar partai dalam perebutan kursi kepemimpinan daerah.

Komitmen Kaderisasi dan Kemandirian Politik

Sutiyo menegaskan bahwa keputusan mengutamakan kader internal merupakan bentuk komitmen terhadap proses kaderisasi organisasi. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa calon pemimpin yang diusung memiliki akar yang kuat di internal partai serta basis massa masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian politik dan memperkuat kaderisasi,” jelasnya terkait alasan di balik pemilihan kader murni.

Meski demikian, pihak partai menyadari adanya tantangan dalam hal elektabilitas dan persiapan mesin partai hingga ke tingkat akar rumput. Soliditas struktur partai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan menjadi prasyarat utama untuk menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif di Gunungkidul.

Konsolidasi Menuju Pilkada

PKB Gunungkidul saat ini tengah mengintensifkan konsolidasi internal untuk memperkuat jaringan partai. Langkah ini dianggap sebagai modal penting bagi partai untuk tampil sebagai kekuatan utama dalam peta politik daerah, bukan sekadar menjadi pendukung dalam koalisi.

Sutiyo menutup pernyataannya dengan menekankan aspek pengabdian kader terhadap masyarakat sebagai prinsip dasar perjuangan partai ke depan.

“Ber-PKB membawa berkah, mengabdi tanpa lelah untuk masyarakat,” pungkasnya.

Keputusan hasil Muspimcab ini kini menjadi landasan operasional bagi seluruh elemen PKB di Gunungkidul dalam mempersiapkan diri menghadapi tahapan Pilkada dan pemilu legislatif selanjutnya. (Eln)