bernasnews — Arus kendaraan yang masuk ke wilayah Kabupaten Gunungkidul pada Rabu, 19 Maret 2026 mencapai lebih dari 260 ribu unit.
Lonjakan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat, dengan jalur utama Yogyakarta–Wonosari masih menjadi akses yang paling banyak digunakan.
Sejak pagi hari, volume kendaraan di ruas utama terpantau padat. Arus lalu lintas bergerak dinamis meski terjadi perlambatan di sejumlah titik.
Petugas gabungan dikerahkan untuk mengatur lalu lintas guna menjaga kelancaran perjalanan.
Dominasi Jalur Jogja–Wonosari
Kepala Pos Pengamanan (Pos Pam) Hargodumilah Patuk, AKP Paryadi, mencatat sebanyak 209.795 kendaraan masuk melalui jalur utama Patuk.
Sementara itu, kendaraan yang keluar tercatat sebanyak 173.940 unit.
“Data ini menunjukkan bahwa jalur Jogja–Wonosari masih menjadi pilihan utama masyarakat. Volume kendaraan yang masuk jauh lebih tinggi dibandingkan yang keluar,” ujar AKP Paryadi.
Jalur ini menjadi akses utama dari Kota Yogyakarta menuju kawasan Gunungkidul.
Kondisi infrastruktur yang relatif baik serta akses langsung ke kawasan wisata menjadi faktor yang mendorong tingginya penggunaan jalur tersebut.
Pergerakan di Jalur Alternatif
Selain jalur utama, pergerakan kendaraan juga terpantau di sejumlah jalur alternatif di wilayah Gunungkidul.
Kasubdit Kamsel Dirlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, melaporkan data lalu lintas di beberapa titik.
Di wilayah Gedangsari, tercatat 16.369 kendaraan masuk dan 16.515 kendaraan keluar.
Sementara di Ngawen, kendaraan yang masuk mencapai 6.888 unit dan keluar 7.220 unit.
Untuk wilayah Semin, jumlah kendaraan masuk tercatat sebanyak 15.370 unit dan keluar 14.764 unit.
Adapun di Rongkop, kendaraan yang masuk mencapai 10.634 unit dan keluar 11.374 unit.
Data tersebut menunjukkan bahwa jalur alternatif turut berperan dalam mendistribusikan arus kendaraan, meskipun volumenya masih lebih rendah dibandingkan jalur utama.
Antisipasi Kepadatan dan Imbauan
Lonjakan kendaraan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat menuju Gunungkidul.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian aparat dan pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran lalu lintas.
Petugas di lapangan melakukan pengaturan arus serta menyiapkan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kepadatan di titik tertentu.
Pengendara diimbau untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik.
Arus kendaraan diperkirakan masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat diminta merencanakan perjalanan dengan mempertimbangkan waktu keberangkatan dan alternatif jalur untuk menghindari kepadatan. (Eln)












