bernasnews– Malam takbir yang seharusnya penuh suka cita berubah menjadi duka mendalam di Kabupaten Gunungkidul. Sebuah rombongan takbir keliling yang menggunakan truk terguling di Jalur Jalan Lintas Selatan, tepatnya di Dusun Balong, Kalurahan Balong, Kapanewon Girisubo.
Insiden ini terjadi pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 22.30 WIB dan mengakibatkan dua peserta meninggal dunia.
Peristiwa memilukan itu terjadi ketika kendaraan truk yang mengangkut rombongan takbir keliling melaju dari arah barat menuju timur. Namun, kendaraan oleng tak terkendali di jalur yang cukup rawan tersebut.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat pengemudi berusaha menghindari situasi di jalan.
“Pengemudi mengaku sempat membanting setir ke kiri dan ke kanan. Saat membanting ke kanan, muncul kendaraan sepeda motor dari arah berlawanan, sehingga setir kembali dibanting ke kiri hingga kendaraan masuk ke parit dan terguling,” jelasnya dalam laporan kecelakaan lalu lintas.
Truk Isuzu Elf dengan nomor polisi AB-8058-KD mengangkut tujuh orang penumpang. Triyanto, warga Pandeyan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, mengemudikannya.
Kendaraan tersebut akhirnya masuk ke parit di pinggir Jalur Jalan Lintas Selatan dalam kondisi terguling. Penumpang pun terjebak di bawah badan truk.
Benturan keras dan posisi kendaraan yang terbalik membuat sejumlah penumpang mengalami luka serius. Bahkan, dua di antaranya tidak berhasil diselamatkan meskipun sempat mendapatkan penanganan medis.
Korban meninggal dunia bernama Juari Isbandi, warga Tepus, Gunungkidul, yang mengalami cedera kepala berat dan patah tulang kaki kiri. Selain itu, Gathot (21), seorang mahasiswa asal Kalurahan Tepus yang juga mengalami cedera kepala serius. Keduanya sempat dalam kondisi tidak sadar sebelum akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.
Sementara itu, dua penumpang lain mengalami luka-luka. Kurniawan Saputro (21) mengalami luka sobek di bagian kepala atas serta luka pada siku dan lutut kiri, tapi masih dalam kondisi sadar. Korban lain, Andri Agus Saputro (22), mengalami patah tulang di bagian kanan tubuhnya dan juga dalam kondisi sadar saat mendapatkan perawatan.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban dan mengamankan area. Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat posisi kendaraan yang terguling di dalam parit serta kondisi gelap di sekitar lokasi.
Truk Gunungkidul yang terguling ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam kegiatan takbir keliling, terutama penggunaan kendaraan yang tidak sesuai standar untuk mengangkut penumpang.
Ipda Nur Ikhwan menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini, termasuk memastikan kondisi kendaraan serta faktor kelalaian yang mungkin terjadi. (ef linangkung)












