bernasnews – Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Gunungkidul mencapai Rp100.000 per kilogram tiga hari menjelang Lebaran 2026. Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat yang berbelanja kebutuhan dapur menjelang hari raya.
Pantauan di pasar tradisional pada Rabu, 18 Maret 2026 dini hari menunjukkan aktivitas jual beli berlangsung lebih ramai dibandingkan hari-hari sebelumnya. Area parkir dipenuhi kendaraan roda dua dan roda empat hingga meluber ke bahu jalan.
Lonjakan jumlah pengunjung membuat petugas parkir menaikkan tarif kendaraan roda empat dari Rp3.000 menjadi Rp5.000 untuk mengatur kepadatan kendaraan yang datang ke pasar.
Harga Cabai Naik Dalam Waktu Singkat
Kenaikan harga cabai rawit merah terjadi dalam waktu relatif singkat. Pada 12 Maret 2026, harga komoditas tersebut masih berada di kisaran Rp50.000 per kilogram.
Sehari kemudian, harga melonjak menjadi Rp90.000 per kilogram. Kurang dari satu pekan setelahnya, harga kembali meningkat hingga menyentuh Rp100.000 per kilogram.
Pedagang di Pasar Argosari, Wonosari, Andang, menyebut kenaikan harga dipicu oleh tingginya permintaan menjelang Lebaran serta pasokan yang terbatas.
“Permintaan naik drastis, sementara barang tidak selalu tersedia dalam jumlah banyak. Jadi harga ikut terdorong naik,” kata Andang saat ditemui di sela aktivitas perdagangan di pasar.
Selain cabai rawit merah, sejumlah jenis cabai lain juga mengalami kenaikan harga. Cabai rawit hijau dijual Rp58.000 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah keriting naik dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Cabai merah besar juga mengalami kenaikan hingga mencapai Rp55.000 per kilogram.
Harga Bahan Pokok Lain Ikut Bergerak
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada komoditas cabai. Beberapa bahan pangan lain juga mengalami perubahan harga menjelang Lebaran.
Bawang merah dijual dengan harga Rp40.000 per kilogram. Daging ayam broiler berada di kisaran Rp42.000 per kilogram.
Sementara itu, harga telur ayam relatif stabil di angka Rp28.000 per kilogram.
Untuk komoditas minyak goreng, minyak kemasan premium dijual sekitar Rp22.000 per liter. Sedangkan minyak goreng curah berada di kisaran Rp21.000 per liter.
Harga gula pasir juga masih tercatat stabil di angka Rp16.000 per kilogram.
Antrean Penggilingan Daging Meningkat
Aktivitas di pasar tidak hanya meningkat pada lapak sayur dan sembako. Jasa penggilingan daging juga mengalami peningkatan jumlah pelanggan menjelang Lebaran.
Warga yang mempersiapkan berbagai hidangan hari raya, seperti bakso dan olahan daging lainnya, mulai memanfaatkan layanan tersebut sejak dini hari.
Peningkatan permintaan berdampak pada kenaikan biaya jasa penggilingan daging dari Rp12.000 per kilogram menjadi Rp18.000 per kilogram.
Antrean terlihat memanjang sejak pagi hari. Sejumlah warga bahkan datang lebih awal untuk mendapatkan giliran penggilingan.
Aktivitas Pasar Meningkat Jelang Hari Raya
Kepadatan pengunjung pasar meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat dalam mempersiapkan berbagai bahan pangan menjelang Lebaran.
Warga tetap memadati pasar meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.
Permintaan terhadap bahan pangan yang biasa digunakan untuk hidangan hari raya menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya aktivitas perdagangan.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju Lebaran, aktivitas di pasar tradisional Gunungkidul diperkirakan masih akan meningkat dalam beberapa hari mendatang. (Eln)












