News  

Provokasi Berujung Tawuran di Jalan Tentara Pelajar Yogyakarta, Tiga Pelajar SMP Diamankan Polisi

Tawuran di Jalan Tentara Pelajar Yogyakarta/Foto: Istimewa

bernasnews– Keributan yang melibatkan puluhan pelajar kembali terjadi di Kota Yogyakarta. Aksi saling provokasi antarrombongan sepeda motor berujung perkelahian di depan sebuah sekolah dasar di kawasan Jetis.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 20.55 WIB di depan SD Bumijo, Jalan Tentara Pelajar, Kota Yogyakarta. Aparat dari Polsek Jetis bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat mengenai adanya keributan yang melibatkan rombongan sepeda motor.

Kronologi Tawuran di Jalan Tentara Pelajar Yogyakarta

Keributan bermula ketika dua rombongan sepeda motor melintas dari arah utara menuju selatan di Jalan Tentara Pelajar. Kedua kelompok tersebut berkendara secara beriringan dengan cara zig-zag di jalan raya sambil saling menantang.

Menurut kronologi kepolisian, jumlah kendaraan dalam rombongan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 40 sepeda motor. Sebagian besar pengendara merupakan pelajar.

Situasi di jalan raya semakin memanas ketika kedua rombongan terus melakukan provokasi selama perjalanan. Ketegangan yang awalnya hanya berupa saling tantang akhirnya berubah menjadi perkelahian terbuka saat mereka berhenti di depan SD Bumijo.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi Susilo, menjelaskan bahwa kejadian bermula setelah kedua rombongan selesai menghadiri kegiatan buka bersama di sebuah restoran.

“Setelah kegiatan buka bersama, dua rombongan pelajar berboncengan menggunakan sepeda motor melintas dari arah utara ke selatan dengan cara zig-zag dan saling menantang,” jelas Anton.

Ketika rombongan tiba di depan SD Bumijo, situasi langsung memanas. Kedua kelompok berhenti di pinggir jalan dan terlibat perkelahian.

Aksi tersebut sempat membuat warga sekitar panik karena keributan terjadi di jalan yang cukup ramai. Beberapa warga berusaha mendekat untuk melihat situasi yang sebenarnya terjadi.

Seorang saksi bernama CJ (19), warga Kalasan, Sleman, yang berada di lokasi kejadian, mengambil inisiatif untuk membubarkan keributan tersebut.

Dengan keberanian seorang diri, saksi mencoba melerai kedua rombongan yang sedang bertikai. Upaya tersebut kemudian mendapat dukungan dari warga sekitar yang ikut membantu menghentikan perkelahian.

Dalam situasi yang mulai terkendali, warga berhasil mengamankan tiga pelajar yang tertinggal dari rombongannya.

Polisi Mengamankan Tiga Pelajar SMP

Tidak lama setelah warga membubarkab keributan, personel Polsek Jetis yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas kemudian mengamankan tiga pelajar yang diduga terlibat dalam perkelahian tersebut. Ketiganya masih berstatus sebagai pelajar SMP di Kota Yogyakarta.

Ketiga pelajar tersebut adalah sebagai berikut.

  • MR (16), pelajar SMP asal Tegalrejo, Yogyakarta
  • AA (15), pelajar SMP asal Jetis, Yogyakarta
  • RG (15), pelajar SMP asal Jetis, Yogyakarta

Polisi juga mengamankan satu barang bukti berupa sabuk atau gasper yang diduga digunakan dalam aksi keributan tersebut. Setelah mengamankan ketiga pelajar tersebut, petugas membawa mereka ke Mapolsek Jetis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah mengamankan para pelajar, kepolisian langsung melakukan sejumlah langkah penanganan kasus. Petugas mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan TKP serta melakukan pengumpulan bahan keterangan terkait peristiwa tersebut.

“Kami melakukan pendataan serta memanggil orang tua dari para pelajar yang terlibat, termasuk berkoordinasi dengan pihak sekolah,” ujar Anton.

Polisi juga menyusun laporan resmi mengenai kejadian tersebut untuk disampaikan kepada pimpinan sebagai bagian dari proses penanganan kasus.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kepolisian menyimpulkan bahwa kedua rombongan memang sudah terlibat perkelahian sebelum aparat tiba di lokasi.

Ketiga pelajar yang diamankan diketahui tertinggal oleh rombongan mereka setelah warga berhasil membubarkan keributan. Sementara itu, sebagian besar pelajar lain yang berada dalam rombongan langsung meninggalkan lokasi kejadian setelah situasi mulai tidak terkendali.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan kasus ini tidak hanya berfokus pada proses penyelidikan, tetapi juga pada upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Polisi berencana memberikan edukasi kepada orang tua para pelajar yang terlibat agar mereka dapat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas anak-anak mereka.

Selain itu, Bhabinkamtibmas juga akan melakukan pemanggilan terhadap pihak sekolah guna membahas langkah pembinaan terhadap para pelajar. Langkah tersebut akan mencegah munculnya aksi tawuran atau keributan yang melibatkan pelajar di wilayah Kota Yogyakarta.

“Kami mengedepankan pembinaan dan edukasi agar para pelajar tidak kembali terlibat dalam kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan,” kata Anton.

Tawuran di Jalan Tentara Pelajar Yogyakarta ini kembali menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap aktivitas remaja di luar rumah masih menjadi tanggung jawab bersama, baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat. (ef linangkung)