News  

Aksi Penangkapan Terduga Klitih di Jalan Samas Bantul Viral, Korban Pelajar Alami Penganiayaan

Korban Dugaan Klitih/Foto: Istimewa

bernasnews– Aksi kejahatan jalanan yang diduga kuat sebagai klitih kembali menggemparkan Kabupaten Bantul. Peristiwa klitih yang melibatkan senjata tajam berupa celurit terjadi di Jalan Srandakan atau Jalan Samas.

Lokasi tepatnya berada di Simpang Empat Dawetan, Dusun Ngabean, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul. Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, dan sempat viral di media sosial.

Kepolisian menerima laporan awal dari warga melalui sambungan telepon sekitar pukul 04.00 WIB. Petugas patroli Polsek Pandak langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian setelah menerima informasi adanya penganiayaan dan kejahatan jalanan di wilayah hukumnya.

Kronologi Kejadian Klitih di Jalan Samas Pandak Bantul

Peristiwa bermula pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 01.00 WIB. Korban berinisial LDH (16), seorang pelajar SMK asal Kapanewon Pandak, Bantul, bersama beberapa temannya menghabiskan waktu dengan nongkrong di area bulak sawah Dusun Ngabean, Triharjo.

Sekitar pukul 03.25 WIB, korban dan teman-temannya memutuskan pulang ke rumah masing-masing. Korban membonceng dua temannya menggunakan sepeda motor Honda PCX dengan nomor polisi AB-5950-GV, yang merupakan milik korban sendiri.

Ketika sepeda motor tersebut melintas dari arah bulak sawah Ngabean dan hendak menyeberang menuju Jalan Janten, tepat di Simpang Empat Dawetan sekitar pukul 03.30 WIB, dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox mendekati korban.

Tanpa banyak bicara, kedua pelaku langsung menghampiri korban dan melakukan pemukulan. Aksi tersebut membuat dua teman korban panik dan melarikan diri dengan membawa sepeda motor korban demi menyelamatkan diri.

Dalam kondisi sendirian, korban tidak mampu menghindar. Berdasarkan keterangan korban, salah satu pelaku kemudian merebut celurit yang sebelumnya dibawa korban. Pelaku tersebut langsung menggunakan senjata tajam itu untuk melukai tubuh korban sebelum akhirnya meninggalkan lokasi kejadian.

Petugas patroli Polsek Pandak yang tengah berkeliling wilayah segera tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan warga. Petugas langsung mengamankan situasi dan memanggil ambulans untuk mengevakuasi korban.

Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RS UII untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan dan belum secara resmi membuat laporan polisi.

Polres Bantul: Klitih Masih Menjadi Ancaman Serius

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa kepolisian langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Benar, telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan atau kejahatan jalanan di wilayah hukum Polsek Pandak. Petugas patroli segera mendatangi lokasi, mengevakuasi korban ke rumah sakit, dan saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait pelaku,” ujar Iptu Rita Hidayanto.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, untuk tidak beraktivitas di luar rumah hingga larut malam tanpa kepentingan yang jelas serta segera melapor ke pihak kepolisian jika melihat atau mengalami kejadian mencurigakan.

Informasi mengenai penanganan kasus ini dan penangkapan terduga pelaku klitih dengan barang bukti celurit menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial.

Warga berharap aparat kepolisian dapat mengungkap pelaku secara tuntas demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Bantul dan sekitarnya.

Polres Bantul menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan patroli malam dan menindak tegas segala bentuk kejahatan jalanan yang meresahkan warga. (ef linangkung)