bernasnews – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Parangtritis, Bantul, pada Sabtu, 28 Februari 2026 sekitar pukul 21.25 WIB. Peristiwa tersebut berlangsung di selatan Masjid Duwuran, Dusun Duwuran, Parangtritis, Kretek, Bantul, dan melibatkan dua sepeda motor serta seorang pedagang soto di tepi jalan.
Insiden itu menyebabkan tiga orang mengalami luka, termasuk satu korban patah tulang. Aparat dari Polres Bantul mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi para korban.
Kronologi Kejadian
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi AB-5816-BAA melaju dari arah selatan ke utara di Jalan Parangtritis.
Saat melintas di lokasi kejadian, pengendara Honda Vario tersebut menyerempet sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi H-6247-ZF yang berada tepat di depannya.
Senggolan terjadi dalam waktu singkat dan menyebabkan pengendara Yamaha Mio kehilangan keseimbangan.
Akibat benturan awal tersebut, pengendara Yamaha Mio terjatuh di badan jalan. Dalam kondisi itu, Honda Vario tidak dapat segera berhenti dan terus melaju tanpa kendali.
Sepeda motor Honda Vario kemudian menabrak gerobak pedagang soto yang berada di tepi jalan.
Kendaraan tersebut juga menghantam tiang teras bangunan di sekitar lokasi. Suara benturan beruntun menarik perhatian warga sekitar yang kemudian mendekat ke lokasi kejadian.
Warga memberikan pertolongan pertama kepada para korban sambil menunggu kedatangan petugas kepolisian dan tenaga medis.
Identitas dan Kondisi Korban
Petugas mencatat tiga orang yang terlibat langsung dalam kecelakaan tersebut. Pengendara Honda Vario berinisial FAH (24), warga Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, bekerja sebagai buruh.
FAH mengalami luka lecet pada kedua tangan dan kaki akibat benturan. Petugas menyatakan korban dalam kondisi sadar dan menjalani rawat jalan. FAH diketahui pernah melintasi jalur tersebut sebelumnya.
Pengendara Yamaha Mio berinisial N (42), perempuan, bekerja sebagai karyawan swasta, berdomisili di Argodadi, Sedayu, Bantul. N mengalami patah lengan kanan akibat terjatuh di badan jalan.
Petugas mengevakuasi korban dalam kondisi sadar ke RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Pedagang soto berinisial VW (41), perempuan, warga Sugimanik, Tanggungharjo, Grobogan, lahir di Demak pada 18 Mei 1985.
Saat gerobaknya ditabrak, kuah soto panas tumpah dan mengenai bagian pinggangnya. VW dalam kondisi sadar dan menjalani rawat jalan akibat luka terkena air panas.
Kerusakan dan Kerugian Materiil
Kecelakaan tersebut menyebabkan kerusakan pada dua sepeda motor serta gerobak dagang milik pedagang soto.
Honda Vario mengalami kerusakan pada bodi bagian kanan, spion kanan patah, dan tutup knalpot pecah. Yamaha Mio mengalami kerusakan pada spion kanan, footstep kanan, slebor belakang pecah, serta lampu belakang rusak.
Gerobak dan peralatan dagang milik VW juga mengalami kerusakan akibat benturan. Polisi memperkirakan total kerugian materiil dalam kejadian ini mencapai sekitar Rp500.000.
Dua saksi mata, Triwiyanto (35), warga Dusun Duwuran, Parangtritis, dan Sugeng Listiyanto (41), warga Sugimanik, Tanggungharjo, Grobogan, menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
Keduanya melihat Honda Vario menyenggol sepeda motor di depannya sebelum akhirnya kehilangan kendali. Mereka turut membantu korban dan memberikan keterangan kepada petugas.
Iptu Rita Hidayanto menyampaikan imbauan agar pengendara meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur ramai pada malam hari seperti Jalan Parangtritis.
Pengendara diminta menjaga jarak aman, mengatur kecepatan, dan memperhatikan kondisi lalu lintas di depan kendaraan.
Saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan dan menentukan langkah penanganan selanjutnya. (Eln)












