bernasnews – Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda dibanding bulan lainnya. Ketika azan Isya berkumandang dan shaf-shaf mulai dirapikan, umat Islam berbondong-bondong menunaikan Sholat Tarawih dengan penuh harap dan kekhusyukan.
Ibadah malam yang hanya ada di bulan suci ini menjadi momen istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Simak bacaan doa setelah sholat Tarawih lengkap Arab, latin dan artinya.
Setelah rangkaian rakaat Tarawih selesai, biasanya imam atau jamaah melantunkan doa bersama. Doa setelah Sholat Tarawih ini telah lama diamalkan di berbagai masjid di Indonesia dan juga dikutip dari NU Online sebagai salah satu rujukan bacaan yang populer di kalangan masyarakat.
Artikel ini akan membahas secara lengkap bacaan doa setelah Sholat Tarawih dalam teks Arab, latin, dan artinya, sekaligus menjelaskan makna yang terkandung di dalamnya.
Keutamaan Sholat Tarawih di Bulan Ramadhan
Sholat Tarawih termasuk ibadah sunnah muakkad, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Pelaksanaannya dilakukan setelah Sholat Isya hingga sebelum masuk waktu sahur. Ibadah ini bisa dikerjakan secara berjamaah di masjid ataupun sendiri di rumah.
Jumlah rakaat Tarawih tidak bersifat kaku. Sebagian umat Islam melaksanakannya sebanyak 11 rakaat (termasuk witir), sementara yang lain memilih 23 rakaat. Semua kembali pada kemampuan dan kekhusyukan masing-masing, karena esensi utamanya adalah memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Setiap malam Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk memperbaiki diri, memperbanyak doa, dan memohon ampunan. Salah satu doa yang sering dibaca setelah Tarawih berisi harapan agar iman semakin sempurna, amal diterima, serta kelak dimasukkan ke dalam surga dan dijauhkan dari api neraka.
Doa Setelah Sholat Tarawih Lengkap
Berikut bacaan doa setelah Sholat Tarawih yang umum diamalkan:
Teks Arab
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Latin
Allâhummaj’alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shalâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ’ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu’ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhidîn. Wa fil âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’i râdlîn. Wa lin na’mâ’i syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîn, wa ‘alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa ‘alâ sariiril karâmati qâ’idîn. Wa bi hûrin ‘in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqin wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha’âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka’sin min ma’în. Ma’al ladzîna an’amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîn. Wa hasuna ulâ’ika rafîqâ. Dzalikal fadlu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîmâ. Allâhummaj’alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfil mubârak minas su’adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj’alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma’în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
Artinya
“Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba yang sempurna imannya, yang menunaikan kewajiban, yang menjaga sholat, yang menunaikan zakat, yang selalu mengharap apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharap ampunan-Mu, yang berpegang teguh pada petunjuk, yang menjauhi perbuatan sia-sia, yang zuhud terhadap dunia dan mencintai akhirat.
Jadikan kami orang-orang yang ridha atas ketentuan-Mu, yang pandai bersyukur atas nikmat, dan sabar ketika menghadapi ujian. Tempatkan kami di bawah panji Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat, izinkan kami mendatangi telaga beliau, masukkan kami ke dalam surga, dan selamatkan dari api neraka.
Karuniakan kepada kami kemuliaan di surga, pakaian sutra, makanan dan minuman yang lezat, serta kumpulkan kami bersama para nabi, orang-orang shiddiq, para syuhada, dan orang-orang saleh. Mereka itulah sebaik-baik teman.
Ya Allah, jadikan kami pada malam Ramadhan yang mulia ini termasuk golongan yang berbahagia dan diterima amalnya, bukan termasuk orang-orang yang celaka dan tertolak amalnya. Limpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”
Makna Doa Setelah Sholat Tarawih
Doa setelah Sholat Tarawih menyimpan makna yang sangat dalam bagi setiap Muslim. Jika direnungi, isi doa tersebut merangkum hampir seluruh harapan hidup seorang hamba kepada Allah SWT. Di dalamnya terdapat permohonan agar iman semakin sempurna, kewajiban ibadah senantiasa terjaga, serta hati diberi kekuatan untuk bersabar dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.
Tidak hanya itu, doa ini juga mengajarkan pentingnya rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan. Seorang Muslim diajak untuk selalu menyadari bahwa setiap kebaikan berasal dari Allah, sehingga patut dibalas dengan ketaatan dan ketulusan dalam beribadah.
Lebih jauh lagi, doa setelah Tarawih memuat harapan besar tentang kehidupan akhirat. Umat Islam memohon keselamatan pada hari kiamat, dimasukkan ke dalam surga, serta dijauhkan dari api neraka. Ini menunjukkan bahwa orientasi hidup tidak hanya berhenti pada urusan dunia, melainkan juga mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal.
Dengan demikian, doa ini bukan sekadar bacaan rutin setelah ibadah malam Ramadhan. Ia menjadi gambaran cita-cita spiritual seorang hamba yang ingin hidup seimbang antara dunia dan akhirat, antara ikhtiar dan tawakal, serta antara rasa takut dan harapan kepada Allah SWT. (anp)












