bernasnews — SMP BOPKRI 3 Yogyakarta bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Deteksi Dini Kelainan Ortopedi bagi siswa-siswi kelas VII, VIII, dan IX, bertempat di Aula sekolah setempat, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Senin (16/2/2026)
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta deteksi dini terhadap gangguan sistem gerak (muskuloskeletal) yang kerap muncul pada usia remaja.
Kepala Sekolah SMP BOPKRI 3 Yogyakarta, Catur Suryo Nugroho, S.Psi, dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada pihak UGM yang telah memilih SMP BOPKRI 3 Yogyakarta, sebagai salah satu sekolah swasta mitra dalam program deteksi dini kelainan ortopedi.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena sekolah kami dipercaya untuk berkolaborasi dalam kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Deteksi dini kelainan ortopedi sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal, baik dalam aktivitas belajar maupun kehidupan sehari-hari,” ujar Catur.
Sementara itu, dr. Ardanariswara Wikantyasa, Sp. OT, perwakilan KSM Orthopedi RSUP Dr. Sardjito, dalam paparannya menjelaskan secara singkat mengenai ortopedi dan traumatologi serta berbagai kelainan yang sering muncul pada usia remaja, seperti gangguan postur, kelainan kaki, dan nyeri sendi akibat aktivitas fisik maupun kebiasaan postur yang kurang tepat.
Sebagai simbol dimulainya kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata secara simbolis dari pihak UGM kepada SMP BOPKRI 3 Yogyakarta, yang diserahkan oleh dokter kepala tim pengabdian masyarakat kepada kepala sekolah. Momen ini menjadi penanda komitmen bersama antara institusi pendidikan dan dunia medis dalam mendukung kesehatan peserta didik.
Rangkaian kegiatan skrining diawali dengan pengukuran tinggi badan dan berat badan siswa, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan skrining kelainan muskuloskeletal oleh tim dokter dari RSUP Dr. Sardjito.
“Selama proses berlangsung, ibu dan bapak guru turut serta mendampingi siswa, membantu proses pengondisian, menemani siswa dari satu tahapan ke tahapan berikutnya, sekaligus melakukan pendataan dan absensi agar kegiatan berjalan tertib dan lancar,” terang Meidika Eianasari, S.Pd, Humas SMP BOPKRI 3 Yogyakarta.
Menurut Meidika, antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan. Selain mengikuti pemeriksaan dengan tertib, para siswa juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan tim dokter terkait keluhan yang selama ini dirasakan, seperti nyeri kaki, gangguan postur tubuh, maupun ketidaknyamanan saat beraktivitas.
Pendampingan dari para guru membuat siswa merasa lebih nyaman dan percaya diri selama menjalani pemeriksaan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung dengan lancar, seru, dan menyenangkan.
“Tidak hanya memberikan layanan skrining kesehatan, kegiatan ini juga menambah wawasan dan pengetahuan seluruh warga sekolah SMP BOPKRI 3 Yogyakarta mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang, sendi, dan postur tubuh sejak dini,” ujar Meidika.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama berkelanjutan antara SMP BOPKRI 3 Yogyakarta dan UGM, sekaligus menjadi langkah preventif dalam menciptakan generasi muda yang sehat, sadar akan kondisi tubuhnya, dan siap menjalani aktivitas belajar dengan optimal. (ted)












