bernasnews — Menjelang bulan Ramadhan diperlukan upaya-upaya untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan stok maupun pasokan bahan bahan pokok yang penting bagi masyarakat. Program kegiatan strategis dibutuhkan untuk menjaga harga sesuai dengan acuannya dan dapat dijangkau oleh masyarakat.
Demikian dikemukakan oleh Heri Setyawati,S.E.,M.Acc, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman kepada wartawan, bertempat di Rumah Dinas Bupati pada Kamis (12/2/2026).
Menurut Setyawati, program kegiatan yang dapat dilakukan salah satunya melalui pelaksanaan operasi pasar. Oleh karena itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk melakukan kegiatan operasi pasar melalui APBD daerah maupun anggaran lainnya guna menjaga keterjangkauan harga di pasar-pasar utama di Sleman
“Perlu adanya petunjuk teknis operasi pasar agar pelaksanaan kegiatan ini tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu. TPID Kabupaten Sleman juga akan melaksanakan kegiatan pemantauan pada bulan Ramadhan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H pada awal bulan Maret 2026 sebagai langkah aktif dan antisipatif menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan stok/pasokan,” terang Setyawati.
Dikatakan, perlu disampaikan secara konsisten kepada masyarakat bahwa stok dan pasokan bahan pokok dalam kondisi aman melalui publikasi data ketersediaan pangan, harga acuan, dan jadwal operasi pasar. Komunikasi yang terbuka dan berbasis data akan membangun kepercayaan publik sehingga masyarakat tidak terdorong melakukan pembelian berlebihan.
“TPID mengintensifkan pemantauan harga dan pasokan harian melalui sistem informasi harga pangan sebagai early warning system. Dengan deteksi dini terhadap potensi lonjakan harga, langkah intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan terukur sebelum memicu gejolak pasar,” tambah Setyawati.
Pihaknya juga mengungkapkan, bahwa perlu pengawasan terpadu terhadap jalur distribusi bersama aparat terkait untuk mencegah praktik penimbunan, permainan harga, maupun distribusi yang tidak wajar.
Koordinasi intensif dengan distributor, pedagang besar, dan asosiasi pelaku usaha diperlukan untuk memastikan kelancaran pasokan, kesesuaian harga jual, serta komitmen menjaga stabilitas harga selama Ramadhan dan Idulfitri.
“Pemerintah daerah dapat mendorong kampanye belanja bijak menjelang Ramadhan, bahwa kebutuhan pangan tersedia dan tidak perlu pembelian berlebihan. Narasi ini penting untuk menekan panic buying sekaligus menjaga stabilitas permintaan,” pungkasnya. (nun)












