News  

Hari Ketujuh Operasi Keselamatan Progo 2026, 1.155 Pelanggar Lalu Lintas Ditindak di Bantul

Petugas Polres Bantul melakukan pemeriksaan dan edukasi tertib berlalu lintas selama Operasi Keselamatan Progo 2026. (Ist)

bernasnews – Polres Bantul terus mengintensifkan penegakan hukum dan upaya edukasi selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2026.

Hingga hari ketujuh operasi, aparat kepolisian mencatat sebanyak 1.155 pelanggar lalu lintas mendapat tindakan berupa teguran di berbagai titik wilayah Kabupaten Bantul.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyampaikan bahwa jumlah tersebut merupakan hasil pengawasan dan penindakan aktif petugas sejak operasi dimulai.

“Sedikitnya ada 1.155 pelanggar yang mendapat teguran hingga hari ketujuh Operasi Keselamatan Progo 2026,” ujar Iptu Rita Hidayanto, Senin, 9 Februari 2026.

Mayoritas pelanggaran didominasi pengendara sepeda motor. Petugas masih menemukan pengendara yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, tidak melengkapi kendaraan dengan surat-surat dan perlengkapan yang sah, serta pengendara di bawah umur yang mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya.

Selain pelanggaran, kepolisian juga mencatat dampak dari rendahnya kepatuhan berlalu lintas. Selama sepekan operasi berlangsung, petugas menangani 35 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Bantul.

Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 44 orang mengalami luka-luka. Kerugian materiil yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp19 juta. Data ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan kesadaran dan disiplin berlalu lintas di tengah masyarakat.

Penindakan dan Edukasi Tertib Lalu Lintas

Tidak hanya berfokus pada penindakan, Polres Bantul juga mengedepankan langkah preemtif dan preventif. Selama Operasi Keselamatan Progo 2026, petugas aktif memberikan imbauan, edukasi, dan penyuluhan kepada masyarakat melalui berbagai media.

Pamflet imbauan tertib berlalu lintas dipasang di sejumlah lokasi strategis. Petugas juga membagikan brosur, stiker, dan leaflet, serta melakukan kampanye langsung kepada pengguna jalan.

Upaya ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami juga melaksanakan kegiatan edukasi tertib berlalu lintas selama Operasi Keselamatan Progo 2026,” kata Rita.

Edukasi digelar di titik-titik strategis seperti persimpangan lampu lalu lintas dan pusat keramaian. Melalui pendekatan persuasif, petugas berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Rita menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Progo 2026 mengusung tema terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Operasi ini juga menjadi bagian dari cipta kondisi menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

“Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan rasa aman. Kami berharap aktivitas ibadah dan perjalanan mudik dapat berjalan lancar,” imbuhnya.

Operasi Keselamatan Progo 2026 digelar selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Polda di Indonesia sebagai langkah awal menekan angka kecelakaan dan membangun budaya tertib berlalu lintas menjelang arus mudik. (Eln)

toto togel

situs togel

togel online

toto togel

situs slot

link togel

slot online

togel online

toto togel

situs togel

situs toto

toto togel

situs toto

situs toto

toto slot

toto online

situs slot

situs toto

slot gacor

kawijitu

kawijitu

kawijitu

slot gacor

rtp slot

situs toto