bernasnews – Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit jamur ringworm pada kucing.
Penyakit kulit tersebut bersifat zoonosis karena dapat menular dari hewan ke manusia melalui kontak langsung maupun benda yang terkontaminasi.
Dokter Hewan Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Joko Purwoko, menjelaskan bahwa ringworm merupakan infeksi jamur yang sering menyerang kucing peliharaan maupun kucing liar.
Penularan dapat terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan kucing yang terinfeksi atau menyentuh lingkungan yang mengandung spora jamur.
“Ringworm pada kucing dapat menular kepada manusia. Masyarakat sebenarnya dapat mencegah penularan ini jika mampu mengenali gejala sejak dini, memahami penyebabnya, serta melakukan penanganan yang tepat dan terarah,” ujar Joko Purwoko.
Ringworm Termasuk Penyakit Zoonosis
Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo menilai ringworm bukan sekadar gangguan kulit biasa. Penyakit ini disebabkan oleh jamur dermatofit atau dikenal sebagai dermatofitosis, yang mampu bertahan lama di lingkungan dan menyebar dengan cepat.
Jamur dermatofit menyerang jaringan yang mengandung keratin, seperti kulit, rambut, dan kuku. Spora jamur berukuran sangat kecil dan mudah menyebar melalui udara, kandang, peralatan perawatan hewan, maupun tangan manusia.
“Jamur ringworm hidup dengan cara mencerna keratin. Ketika berkembang, jamur akan menghasilkan jutaan spora mikroskopis yang sangat ringan dan mudah menyebar,” jelas Joko.
Anak Kucing dan Kucing Berbulu Panjang Lebih Rentan
Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo mencatat, kasus ringworm paling banyak ditemukan pada anak kucing berusia di bawah satu tahun. Sistem kekebalan tubuh yang belum optimal membuat jamur lebih mudah menginfeksi.
Selain itu, kucing berbulu panjang juga memiliki risiko lebih tinggi. Bulu yang lebat dan panjang memudahkan jamur terperangkap dan berkembang tanpa segera terdeteksi oleh pemilik.
Lingkungan yang lembap, kotor, dan minim paparan sinar matahari turut mempercepat perkembangan jamur ringworm, terutama pada kandang yang jarang dibersihkan.
Gejala Ringworm pada Kucing yang Perlu Diwaspadai
Masyarakat diminta memperhatikan perubahan kondisi fisik kucing peliharaan. Beberapa gejala ringworm yang umum ditemukan antara lain:
- Kerontokan bulu berbentuk melingkar
- Kulit tampak kemerahan, bersisik, atau berkerak
- Kucing sering menggaruk karena rasa gatal
- Bulu terlihat kusam, rapuh, dan mudah patah
Deteksi dini dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah penularan penyakit ke manusia.
Imbauan Penanganan dan Pencegahan
Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo mengimbau pemilik kucing menjaga kebersihan hewan dan lingkungan secara rutin.
Kandang perlu dibersihkan secara berkala, kucing dimandikan sesuai kebutuhan, serta menghindari kontak langsung dengan kucing yang menunjukkan gejala penyakit kulit.
Joko Purwoko juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pengobatan sendiri tanpa pendampingan tenaga medis hewan.
“Segera hubungi dokter hewan atau Puskeswan terdekat jika kucing peliharaan menunjukkan gejala ringworm. Penanganan yang tepat akan mempercepat penyembuhan dan mencegah penularan ke manusia,” tegasnya.
Peran Masyarakat Tekan Risiko Penularan
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menekankan bahwa kewaspadaan dan pengetahuan masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran ringworm.
Dengan penanganan yang tepat, kesehatan hewan peliharaan dapat terjaga sekaligus melindungi kesehatan manusia dan lingkungan. (Eln)











