Tingginya Permintaan Daging Domba di Jogja, Peternakan Domba Menjadi Peluang Bisnis yang Menjanjikan

Suasana peternakan domba modern di Kawasan Kampung Mataram, Bantul. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews — Kebutuhan daging domba di DIY masih belum tercukupi oleh peternak lokal, terutama untuk kebutuhan industri kuliner dan momen hari raya, khususnya hari raya kurban atau Idul Adha. Juga untuk kebutuhan acara adat seperti pernikahan, kekhahan serta usaha kuliner.

Peternak lokal di Jogja hanya mampu memenuhi sebagian kecil dari permintaan yang tinggi, sehingga sebagian besar kebutuhan domba harus dipenuhi dari luar daerah. 

Berdasar data, DIY memiliki kebutuhan domba hidup yang tinggi, berkisar 700-800 ekor per hari untuk industri kuliner dan itu hanya untuk wilayah Kabupaten Bantul saja. Untuk kebutuhan hewan kurban sekitar 19.204 ekor (data tahun 2022), sementara pasokan ketersediaan domba hanya 17.610 ekor..

Data lain menunjukkan kebutuhan 20.670 ekor sedangkan ketersediaan hanya 15.685 ekor. Tingginya permintaan ini menunjukkan potensi besar bagi peternak lokal untuk meningkatkan produksi domba atau dengan kata lain prospek bisnis peternakan domba menjadi peluang juga sangat menjanjikan asalkan dikelola dengan profesional layaknya sebuah industri.

Salah satu siswa dari SMKN 1 Pandak Bantul sedang menjalankan PKL di peternakan tersebut. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Perkembangan usaha ini bisa dilihat di sebuah pertenakan domba, yang berlokasi di Dukuh Pelemsewu, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, DIY. Peternakan domba ini mengintegrasikan budidaya domba dengan pendekatan profesional, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Pola peternakan domba saat ini telah berubah konsep dalam penataan tempatnya (Bhs. Jawa: kandang) maupun pola makan yang diberika pada hewan ternak. Cara berternak domba dengan pola yang masih tradisional umumnya satu tempat- satu kandang berisi banyak domba dan jadi satu.

Cara pemberian makan pada hewan ternak pun tidak teratur karena pengelolaannya hanya sebatas untuk menambah kegiatan atau samben. Belum lagi yang terkait dengan kotoran domba yang ada. Jauh berbeda dengan kondisi peternakan tersebut di atas.

Berdasar pengamatan bernasnews, saat berkunjung ke peternakan domba di kawasan Kampung Mataram, Rabu (3/12/2025). Hal itu terlihat benar-benar profesional dan dikelola dengan manajemen peternakan modern. Kondisi kandangnya sangat representatif nyaman, kuat, cukup cahaya masuk dan dalam satu kandang ukuran 1 × 1 meter terisi untuk dua domba.

Sedangkan untuk indukan domba yang ada anaknya dipisah dan menempati kandang ukuran 2×2,5 meter. Pola pemberian makanan pada hewan ternak sehari dua kali dan satu kali makan berupa komboran (semacam suplemen). Menurut kabar, bahwa peternak/ pengusaha ternak domba tersebut juga membuka peluang kemitraan dan kerja sama. Anda tertarik? (zbd/ ted)