Tata Cara Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan dan Bacaan Doanya

Ilustrasi tata cara ziarah kubur menjelang Ramadhan. (Freepik.com)

bernasnews – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2025, tradisi ziarah kubur kembali banyak dilakukan umat Islam di berbagai daerah. Simak panduan tata cara ziarah kubur menjelang datangnya Ramadhan 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan memiliki makna religius yang kuat sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga dan kerabat yang telah wafat, sekaligus sarana introspeksi diri sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Ziarah kubur kerap dimaknai sebagai momentum untuk mengingat hakikat kehidupan yang bersifat sementara. Dengan berziarah, seorang Muslim diajak menyadari bahwa kehidupan dunia akan berakhir, sehingga perlu mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal saleh, terutama menjelang Ramadhan yang sarat dengan peluang pahala.

Makna Spiritual Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan

Dalam ajaran Islam, mendoakan orang yang telah meninggal dunia merupakan amalan yang dianjurkan. Doa dari orang yang masih hidup diyakini dapat memberikan manfaat bagi ahli kubur. Rasulullah SAW pun mencontohkan praktik ziarah kubur serta mengajarkan umatnya agar memohonkan ampun dan rahmat bagi mereka yang telah berpulang.

Ziarah kubur juga berfungsi sebagai pengingat akhirat. Hal ini ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:

“Dahulu aku melarang kalian untuk berziarah ke kubur, tetapi sekarang berziarahlah, karena ziarah itu dapat mengingatkan kalian akan akhirat.” (HR. Muslim).

Hadis tersebut menjadi landasan kuat bahwa ziarah kubur memiliki nilai edukatif dan spiritual, terutama dalam memperkuat keimanan serta membangun kesadaran akan kehidupan setelah kematian.

Hukum Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan

Secara hukum, ziarah kubur sebelum Ramadhan termasuk amalan sunnah yang dianjurkan. Hal ini dijelaskan dalam kitab Fatawa Fiqhiyah Al-Kubra karya Ibnu Hajar Al-Haitami. Dalam kitab tersebut diterangkan bahwa berziarah ke makam, khususnya makam para wali, merupakan bagian dari ibadah sunnah, termasuk jika dilakukan dengan perjalanan khusus.

Sebagaimana disebutkan dalam kutipan berikut:

“Beliau (Ibnu Hajar) ditanya tentang berziarah ke makam para wali pada waktu tertentu dengan melakukan perjalanan khusus ke makam mereka. Beliau menjawab, ‘berziarah ke makam para wali adalah ibadah yang disunnahkan. Demikian pula perjalanan ke makam mereka.’”

Di Indonesia, tradisi ziarah kubur menjelang Ramadhan dikenal dengan berbagai istilah lokal. Masyarakat Sunda menyebutnya nyekar, sementara di sejumlah wilayah Jawa dikenal dengan istilah nyadran. Umumnya, masyarakat datang bersama keluarga untuk membersihkan makam, menabur bunga, membaca doa, tahlil, serta memohonkan ampunan bagi almarhum.

Tata Cara Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan

Agar ziarah kubur menjadi ibadah yang bernilai dan sesuai tuntunan, terdapat sejumlah adab dan tata cara yang dianjurkan untuk diperhatikan.

1. Berwudhu Sebelum Berziarah

Sebelum berangkat ke makam, peziarah dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Langkah ini bertujuan menyucikan diri dan menata niat agar ziarah dilakukan semata-mata karena Allah SWT. Dengan kondisi suci, diharapkan doa yang dipanjatkan dapat disampaikan dengan lebih khusyuk.

2. Mengucapkan Salam kepada Penghuni Kubur

Setibanya di area pemakaman, peziarah disunnahkan mengucapkan salam kepada ahli kubur. Hal ini sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Bacaan salam ziarah kubur:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ وَأَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنَ بِالْأَثَرِ.

As-salaamu ‘alaikum yaa ahlal-qubuur yaghfirullaahu lanaa walakum, wa antum salafunaa wanahnu bil-atser.

Artinya:
“Salam sejahtera semoga tercurah kepada kalian wahai penghuni kubur. Semoga Allah mengampuni kami dan kalian. Kalian telah mendahului kami, dan kami akan menyusul.”

3. Menghadap Kiblat saat Berdoa

Ketika berdoa, dianjurkan untuk menghadap kiblat, bukan menghadap makam. Peziarah juga dapat memperbanyak bacaan tasbih, tahmid, dan takbir sebagai bentuk dzikir kepada Allah SWT.

Doa ziarah kubur yang dianjurkan:

أَسْلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ.

Assalamu ‘ala ahlad diyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa insyaa Allah bikum laahiquun, as’alullaaha lanaa walakumul ‘aafiyah.

Artinya:
“Keselamatan atas kalian wahai penghuni kubur dari kaum mukmin dan muslim. Sesungguhnya, jika Allah menghendaki, kami akan menyusul kalian. Aku memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan kalian.”

4. Membaca Al-Qur’an dan Doa

Setelah salam, peziarah dianjurkan membaca Surat Al-Fatihah, Surat Al-Ikhlas, serta Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas). Bacaan Al-Qur’an ini diniatkan sebagai hadiah pahala bagi almarhum.

Pengantar bacaan Al-Fatihah:

إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلَّهِ، لَهُمُ الْفَاتِحَةُ.

Ila hadratin nabiyyi shallallaahu ‘alaihi wa sallam wa aalihi wa shahbihi syai’un lillaah, lahumul faatihah.

5. Mengirimkan Doa untuk Almarhum

Doa khusus untuk almarhum menjadi inti dari ziarah kubur. Salah satu doa yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ ٱغْفِرْ لَهُ وَٱرْحَمْهُ وَعَافِهِ وَٱعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَٱغْسِلْهُ بِٱلْمَاءِ وَٱلثَّلْجِ وَٱلْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ ٱلْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى ٱلثَّوْبُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَأَدْخِلْهُ ٱلْجَنَّةَ، وَنَجِّهِ مِنْ عَذَابِ ٱلْقَبْرِ وَعَذَابِ ٱلنَّارِ.

Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakan dan maafkanlah dia. Muliakan tempat tinggalnya, lapangkan kuburnya, bersihkan dia dari dosa sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Gantikan baginya rumah yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, masukkan dia ke dalam surga, serta lindungi dari siksa kubur dan siksa neraka.”

6. Menutup Ziarah dengan Doa

Ziarah kubur ditutup dengan doa agar seluruh amalan diterima oleh Allah SWT serta membawa manfaat bagi peziarah dan ahli kubur. Dengan adab yang benar, ziarah kubur diharapkan menjadi sarana memperkuat iman menjelang Ramadhan.

Demikianlah tata cara ziarah kubur menjelang Ramadhan yang dapat dilakukan umat Islam. (anp)