Bernasnews – Kesunyian sebuah rumah di kawasan Banguntapan, Bantul berubah menjadi awal pengungkapan fakta yang mengejutkan.
Seorang gadis muda berinisial FDI (25) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi yang semula menimbulkan tanda tanya.
Kepolisian akhirnya mengungkap kronologi sebenarnya setelah memperoleh keterangan terbaru dari orang terdekat korban, yakni sang ibu.
Peristiwa bermula saat warga sekitar menemukan FDI sudah tidak bernyawa di depan kamar tidurnya.
Informasi awal yang beredar menyebutkan korban ditemukan meninggal di lantai bawah rumah.
Namun, hasil pendalaman kepolisian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dengan kondisi awal yang sebenarnya.
Polisi Kembali Periksa TKP dan Temukan Fakta Baru
Polisi kembali mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin malam, 2 Februari 2026, untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian FDI.
Langkah tersebut membuahkan hasil penting setelah penyidik mendapatkan keterangan tambahan dari ibu korban.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyampaikan bahwa sang ibu akhirnya mengakui kondisi sebenarnya saat pertama kali menemukan putrinya.
Menurut keterangan tersebut, FDI ditemukan dalam keadaan tergantung di lantai dua rumah.
“Didapat keterangan dari ibu korban bahwa pada saat pertama kali menemukan korban dalam keadaan tergantung di lantai dua,” ujar Iptu Rita kepada wartawan, Rabu, 4 Februari 2026.
Pengakuan ini berbeda dengan keterangan awal yang sebelumnya disampaikan kepada warga maupun aparat kepolisian, yang menyebut korban ditemukan tergeletak di depan kamar tidur.
Ibu Korban Turunkan Jenazah Sebelum Memanggil Warga
Setelah menemukan anaknya dalam kondisi tergantung, ibu korban disebut mengambil tindakan spontan.
Ia menurunkan tubuh FDI dari lantai dua ke lantai bawah rumah sebelum memberitahukan kejadian tersebut kepada tetangga sekitar.
“Kemudian oleh ibunya, korban diturunkan ke lantai sebelum memberitahukan kepada tetangganya,” kata Iptu Rita.
Akibat tindakan tersebut, kondisi awal TKP mengalami perubahan.
Warga yang datang kemudian hanya melihat korban dalam keadaan tergeletak, tanpa mengetahui posisi korban saat pertama kali ditemukan. Hal ini turut memengaruhi proses awal penyelidikan kepolisian.
Rasa Malu Jadi Alasan Pengakuan Awal Berbeda
Dalam pemeriksaan lanjutan, penyidik meminta klarifikasi atas perbedaan keterangan yang disampaikan ibu korban.
Kepada polisi, sang ibu akhirnya mengungkap alasan di balik perubahan pengakuan tersebut.
Iptu Rita menjelaskan bahwa ibu korban merasa malu apabila masyarakat mengetahui anaknya meninggal dunia dengan cara gantung diri.
Faktor emosional dan tekanan sosial itulah yang mendorongnya menyampaikan keterangan yang tidak sesuai fakta pada awal kejadian.
“Menurut ibu korban, ia merasa malu jika diketahui anaknya meninggal dengan cara gantung diri,” ujar Rita.
Seluruh keterangan tersebut kini telah dicatat oleh kepolisian sebagai bagian dari pendalaman lanjutan guna memastikan penyebab pasti kematian FDI.
Polisi Temukan Luka di Leher Korban
Sebelumnya, kepolisian telah mengumumkan hasil pemeriksaan luar terhadap jasad FDI.
Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan adanya bekas kekerasan tumpul pada bagian leher korban.
Iptu Rita menjelaskan bahwa tekanan di area leher menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan.
Kondisi tersebut mengakibatkan korban mengalami kekurangan oksigen yang berujung pada kematian.
Hingga kini, polisi masih melanjutkan proses penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta mencocokkan temuan medis guna memastikan kronologi kejadian secara utuh. (Eln)











