News  

Masih Misterius! Wanita Muda Kehilangan Nyawa di Rumah Banguntapan Bantul, Polisi Temukan Tanda Kekerasan di Leher

Misteri Kematian Wanita Muda di Bantul/Foto: Polres Bantul

bernasnews – Misteri menyelimuti kematian seorang wanita muda yang kehilangan nyawa di rumahnya, wilayah Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Hingga Selasa (3/2/2026), jajaran Polres Bantul masih terus mendalami kasus tersebut dan telah memeriksa lima orang saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyampaikan bahwa pihak kepolisian menemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis dan identifikasi.

“Dari hasil pemeriksaan luar, petugas menemukan adanya kekerasan tumpul pada bagian leher yang menekan saluran pernapasan. Kondisi tersebut mengakibatkan gangguan pertukaran oksigen hingga menyebabkan korban meninggal dunia karena mati lemas,” ujar Iptu Rita Hidayanto.

Kematian Wanita Muda di Bantul

Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Warga Baturetno, Bantul terkejut dengan penemuan seorang wanita muda yang meninggal dunia di dalam rumahnya sendiri.

Korban berinisial FDI, perempuan kelahiran Yogyakarta, berusia 25 tahun. Korban tercatat sebagai warga Banguntapan, beragama Islam, dan berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa.

Sore itu, suasana lingkungan rumah korban masih tampak normal. Berdasarkan keterangan saksi, ibu korban masih sempat berbincang dengan tetangga sekitar pukul 16.00 WIB.

Setelah perbincangan selesai, ibu korban naik ke lantai dua rumah dengan tujuan mengambil jemuran di depan kamar korban.

Namun, langkah sang ibu terhenti oleh pemandangan memilukan. Ia menemukan putrinya sudah tergeletak tengkurap di depan pintu kamar, wajah menghadap ke timur, dengan posisi kaki berada dekat pintu. Korban sudah tidak bernapas saat ditemukan.

Tim medis dari Puskesmas Banguntapan 1 dan petugas identifikasi Polres Bantul segera melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Pemeriksaan tersebut mengungkap sejumlah fakta yang mengundang keprihatinan sekaligus pertanyaan.

Petugas menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia dengan lidah tergigit dan jari-jari tangan kaku menggenggam. Tim medis memperkirakan korban telah meninggal sekitar 2 hingga 5 jam sebelum ditemukan.

Selain itu, petugas menemukan luka pada bagian leher serta lebam di sejumlah bagian tubuh, meliputi pundak, punggung, dan kaki. Fakta tersebut memperkuat dugaan adanya unsur kekerasan sebelum korban meninggal dunia.

Polisi Periksa Lima Saksi

Hingga Selasa (3/2/2026), penyidik Polres Bantul telah memeriksa lima orang saksi, termasuk tiga saksi utama yang berada di sekitar lokasi kejadian.

  1. Rano Dwi Haryanto (35), wiraswasta, warga Mojosari, Baturetno
  2. Zamrodin (68), petani, warga Mojosari, Baturetno
  3. Sudarmono IR (55), wiraswasta, warga Perum Mojosari Baru, Baturetno

Pemeriksaan saksi masih terus berlangsung guna merangkai kronologi peristiwa secara utuh dan mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Petugas segera mengamankan lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan dokumentasi dan identifikasi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Proses olah TKP berlangsung hingga pukul 21.00 WIB dan diikuti sekitar 20 orang, dengan situasi aman dan terkendali.

Di tengah proses penyelidikan, polisi menemukan sejumlah catatan yang menyentuh sisi emosional keluarga. Kakak korban menyampaikan bahwa FDI memiliki riwayat gangguan bipolar, yang menyebabkan kondisi emosional dan sikap korban kerap berubah-ubah.

Petugas juga menemukan tulisan tangan korban di sebuah buku bertuliskan, Ibuk, Mbakkk… Maaf nggih, serta catatan lain berisi PIN HP-ku: 0000.

Temuan tersebut menambah duka mendalam bagi keluarga dan meninggalkan pertanyaan besar mengenai kondisi psikologis korban sebelum meninggal dunia.

Polisi memastikan bahwa petugas tidak menemukan tali gantung maupun tali putus di sekitar lokasi penemuan korban. Petugas juga menemukan bungkus obat hasil pemeriksaan di RS Hidayatullah, yang kini turut menjadi bagian dari bahan penyelidikan.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut. Hingga kini, penyebab pasti kematian FDI masih menjadi misteri.

“Perkembangan penyelidikan akan kami sampaikan secara bertahap,” tutup Iptu Rita Hidayanto. (ef linangkung)