Teks Khutbah Jumat 30 Januari 2026: Qadha Puasa Ramadhan

Ilustrasi naskah khutbah Jumat 27 Februari 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melakukan berbagai persiapan, baik secara lahir maupun batin. Salah satu bentuk persiapan penting yang kerap terabaikan adalah menyelesaikan qadha puasa Ramadhan yang pernah ditinggalkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Bulan Sya’ban menjadi momentum yang tepat untuk bermuhasabah, mengevaluasi kewajiban ibadah yang belum tertunaikan, sekaligus membersihkan “utang ibadah” sebelum memasuki Ramadhan berikutnya. Puasa Ramadhan merupakan kewajiban syariat yang tidak boleh ditinggalkan kecuali karena uzur yang dibenarkan, dan setiap puasa yang terlewat wajib diganti di hari lain.

Berikut ini disajikan teks khutbah Jumat bulan Sya’ban dengan tema menunaikan qadha puasa sebelum Ramadhan tiba, yang dapat dijadikan referensi bagi para khatib maupun jamaah.

Khutbah Jumat: Menunaikan Qadha Puasa Sebelum Ramadhan Tiba

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَتَحَ أَبْوَابَ الرَّحْمَةِ لِمَنْ أَقْبَلَ، وَمَدَّ سُبُلَ التَّوْبَةِ لِمَنْ أَمَلَ، وَجَعَلَ الْوَقْتَ رَأْسَ مَالِ الْعِبَادَةِ لِمَنْ عَقَلَ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ.

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ تَعَالَى.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah SWT,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan nikmat-Nya. Dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, kita masih diberi kesehatan, kesempatan, serta waktu untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Tidak lama lagi, insyaallah, kita akan kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan, bulan penuh ampunan dan keberkahan.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik sepanjang zaman. Berkat risalah dan perjuangan beliau, kita mengenal cahaya Islam yang menuntun manusia menuju keselamatan dunia dan akhirat. Semoga rahmat Allah juga tercurah kepada keluarga, sahabat, serta para ulama pewaris ajaran beliau.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Khatib mengajak diri pribadi dan seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa adalah bekal utama dalam menjalani kehidupan, sebab dengannya Allah akan memudahkan urusan dan melimpahkan rahmat-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Hadid ayat 28:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَاٰمِنُوْا بِرَسُوْلِهٖ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَّحْمَتِهٖ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ نُوْرًا تَمْشُوْنَ بِهٖ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۙ

Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah akan memberikan kepadamu dua bagian dari rahmat-Nya, menjadikan cahaya yang dengannya kamu berjalan, serta mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Saat ini kita berada di pertengahan bulan Sya’ban. Bulan ini sering disebut sebagai bulan persiapan sebelum Ramadhan. Di bulan inilah, kita seharusnya mulai menata kembali ibadah yang tertunda, khususnya terkait kewajiban puasa Ramadhan yang pernah ditinggalkan.

Setiap muslim yang telah baligh dan berakal diwajibkan menjalankan puasa Ramadhan. Apabila karena sakit, safar, atau uzur syar’i lainnya seseorang tidak berpuasa, maka kewajiban tersebut tidak gugur, melainkan harus diganti di hari lain.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183–184:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ

Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, maka wajib mengganti pada hari-hari yang lain.”

Jamaah yang dirahmati Allah,

Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa jumlah qadha puasa harus sama persis dengan jumlah hari yang ditinggalkan, baik hanya sebagian hari Ramadhan maupun seluruhnya. Tidak ada keringanan dalam hal jumlah hari yang wajib diganti.

وَقَوْلُهُ: (فَعِدَّةٌ) يَقْتَضِي اسْتِيفَاءَ عَدَدِ مَا أَفْطَرَ فِيهِ

Artinya:
“Firman Allah ‘(wajib mengganti) sejumlah hari’ menegaskan keharusan menyempurnakan bilangan hari puasa yang ditinggalkan.”

Lebih lanjut, Syekh Zakaria Al-Anshari menjelaskan bahwa menunda qadha puasa hingga datang Ramadhan berikutnya tanpa uzur akan menimbulkan kewajiban tambahan, yaitu membayar fidyah satu mud makanan pokok untuk setiap hari yang ditinggalkan, di samping tetap mengqadha puasa tersebut.

Jamaah sekalian,

Oleh karena itu, marilah kita menyegerakan qadha puasa Ramadhan sebelum datang Ramadhan berikutnya. Jangan sampai kewajiban yang ringan terasa berat karena kelalaian kita sendiri.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلَآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِيْ الْقُرْبٰى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَ اللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Khutbah Jumat ini mengingatkan kita bahwa qadha puasa Ramadhan bukan sekadar kewajiban fiqih, tetapi juga wujud tanggung jawab spiritual kepada Allah SWT. Bulan Sya’ban adalah waktu terbaik untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, agar kita memasuki Ramadhan dengan hati yang bersih dan ibadah yang lebih khusyuk.

Semoga Allah SWT memberi kita kekuatan untuk menunaikan qadha puasa, mempersiapkan diri menyambut Ramadhan, serta menerima seluruh amal ibadah kita.

***