bernasnews – Memasuki akhir Januari 2026, nuansa Ramadhan mulai terasa di tengah umat Islam. Meski kalender masih menunjukkan pertengahan bulan, antusiasme menyambut bulan suci sudah terlihat jelas.
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di media sosial dan mesin pencari adalah “berapa hari lagi puasa Ramadan 2026 dimulai?” Pertanyaan ini bukan sekadar hitung-hitungan tanggal. Hal ini mencerminkan kerinduan kolektif umat Islam terhadap Ramadan, bulan penuh rahmat, ampunan, dan kesempatan memperbaiki diri.
Ramadan selalu dinanti karena menjadi titik balik spiritual sekaligus momentum pembinaan iman dan akhlak.
Lantas, jika hari ini Senin, 26 Januari 2026, berapa hari lagi umat Islam akan mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah?
Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2026 Menurut Pemerintah
Mengacu pada kalender resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan patokan tanggal tersebut, maka jarak waktu dari 26 Januari 2026 menuju hari pertama puasa tersisa sekitar 24 hari.
Perhitungan ini menjadi acuan awal bagi masyarakat dalam menyusun rencana dan persiapan Ramadan. Meski demikian, pemerintah tetap menegaskan bahwa penetapan resmi awal Ramadan akan ditentukan melalui sidang isbat.
Sidang isbat biasanya digelar pada akhir bulan Syaban dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, hingga lembaga terkait. Dalam sidang ini, pemerintah memadukan dua metode penentuan awal bulan Hijriah, yakni:
-
Hisab, yaitu perhitungan astronomi
-
Rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung bulan sabit di berbagai titik di Indonesia
Hasil sidang isbat inilah yang nantinya menjadi keputusan resmi pemerintah terkait 1 Ramadhan.
Penetapan Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah
Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan tanggal awal Ramadan 1447 H melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berdasarkan perhitungan tersebut, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Jika merujuk keputusan Muhammadiyah, maka sejak 26 Januari 2026 waktu menuju puasa Ramadan tinggal sekitar 23 hari.
Perbedaan satu hari antara versi pemerintah dan Muhammadiyah merupakan hal yang lazim terjadi. Ini disebabkan oleh perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan.
Kendati demikian, baik pemerintah maupun Muhammadiyah memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan umat Islam menjalankan ibadah puasa berdasarkan prinsip syariat dan pendekatan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Mengapa Hitung Mundur Ramadan Selalu Dinanti?
Fenomena pencarian “hitung mundur puasa” hampir selalu muncul setiap tahun menjelang Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan bulan biasa. Ia hadir sebagai momen refleksi, pembenahan diri, dan penguatan spiritual.
Mengetahui kapan Ramadan dimulai memberi ruang bagi umat Islam untuk melakukan persiapan yang lebih matang, baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Persiapan tersebut antara lain:
- Menjaga kondisi kesehatan agar kuat menjalani puasa
- Melunasi utang puasa Ramadan tahun sebelumnya
- Mulai membiasakan ibadah sunnah seperti puasa, tilawah Al-Qur’an, dan sedekah
- Menata niat dan memperbaiki hubungan sosial
Dengan persiapan yang baik, Ramadan tidak hanya dijalani sebagai rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi sarana peningkatan kualitas iman.
Ramadan dalam Perspektif Al-Quran
Keistimewaan Ramadan ditegaskan langsung dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
Syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur’ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân.
Artinya: “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.”
Ayat ini menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ramadan adalah bulan pendidikan ruhani, waktu di mana Al-Qur’an menjadi pedoman utama dalam membentuk karakter, kesabaran, kedisiplinan, serta kepedulian sosial.
Hitung Mundur Puasa 2026 Berapa Hari Lagi?
Dengan sisa waktu sekitar 23-24 hari menuju 1 Ramadhan 1447 H, umat Islam memiliki kesempatan berharga untuk mempersiapkan diri sejak dini. Semakin dekat Ramadan, semakin penting untuk menata niat dan menyusun agenda ibadah agar bulan suci ini dapat dijalani dengan optimal.
Perbedaan penetapan awal puasa bukanlah penghalang untuk menyambut Ramadan dengan penuh suka cita. Yang terpenting adalah kesiapan hati dan kesungguhan menjalani setiap amalan di bulan yang penuh berkah ini.
Kini, hitung mundur Ramadan 2026 telah dimulai. Saatnya menyambut bulan suci dengan persiapan terbaik, agar Ramadan benar-benar menjadi titik balik spiritual dalam kehidupan umat Islam. (anp)











